REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG BARAT -- Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat mengungkap hasil pemeriksaan dan skrining kesehatan yang dilakukan terhadap warga terdampak polusi debu dari aktivitas pengolahan batu kapur di Cipatat dan Padalarang. Ratusan warga suspek Tuberkulosis (TB).
Pemeriksaan dan skrining dilakulan pada 25-31 Juli 2026 oleh Puskesmas Sumurbandung, Puskesmas Jayamekar, Puskesmas Tagogapu, dan Puskesmas Cipatat. Hasilnya, total ada 2.974 kunjungan atau kontak pelayanan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.870 orang atau 96,5 persen telah tercatat mengikuti pemeriksaan Cek Kesehatan Gratis (CKG).
"Sebanyak 1.772 orang atau 61,7 persen dari peserta CKG telah menjalani pemeriksaan rontgen dada," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kabupaten Bandung Barat, Lia N Sukandar saat dikonfirmasi, Sabtu (1/8/2026).
Berdasarkan hasil skrining awal, ditemukan 378 orang atau 13,2 persen yang masuk kategori suspek atau terduga tuberkulosis (TB). Dari jumlah terduga TB tersebut, sebanyak 304 orang atau 80,4 persen telah menjalani pemeriksaan Tes Cepat Molekuler (TCM) sebagai bagian dari pemeriksaan lanjutan.
"Kalau hasilnya menunggu dari laboratorium dulu untuk positif atau negatif TB-nya. Itu baru suspek dari hasil skrining yang dilakukan," ujar Lia.