Senin 03 Aug 2026 13:59 WIB

Cerita Camat di Indramayu Ikut Begadang Bersama Petani Kawal Pasokan Air di Sawah

Ada 2.500 hektare sawah di Kecamatan Sukra yang terdampak kekeringan.

Rep: Lilis Sri Handayani/ Red: Karta Raharja Ucu
Camat Sukra, Sigit Widianto turun langsung ke areal persawahan demi mengawal langsung arus air irigasi agar sampai ke sawah-sawah warga.
Foto: Lilis Handayani/ Republika
Camat Sukra, Sigit Widianto turun langsung ke areal persawahan demi mengawal langsung arus air irigasi agar sampai ke sawah-sawah warga.

REPUBLIKA.CO.ID, INDRAMAYU – Ancaman gagal panen akibat kekeringan yang membayangi lahan pertanian di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, memaksa berbagai pihak turun tangan secara maksimal. Di tengah situasi yang krusial tersebut, aksi nyata diperlihatkan pejabat publik tingkat kecamatan untuk memastikan kebutuhan para petani tetap terpenuhi.

Aksi tersebut ditunjukkan Camat Sukra, Sigit Widianto. Tampil sederhana tanpa atribut dinas, ia turun langsung ke areal persawahan demi mengawal langsung arus air irigasi agar sampai ke sawah-sawah warga.

Baca Juga

Tak sekadar meninjau sekilas, Sigit pun rela begadang bersama para petani di Desa Ujunggebang hingga dini hari demi memastikan datangnya pasokan air. Desa tersebut merupakan titik paling ujung dari layanan irigasi dan berbatasan langsung dengan Laut Jawa.

“Ikut begadang sama petani di sawah, sampai jam setengah tiga pagi,” tutur Sigit, Rabu (29/7/2026).

Sebelumnya, berdasarkan data KTNA, dari total sawah seluas 3.445 hektare di Kecamatan Sukra, sebanyak 2.500 hektare di antaranya yang terdampak kekeringan. Selain di Kecamatan Sukra, ada ribuan hektare sawah lainnya di lima kecamatan yang juga mengalami kondisi serupa.

Untuk itu, Sigit bersama lima camat dan ketua KTNA di enam kecamatan mendatangi langung Bendung Salamdarma. Mereka meminta penambahan pasokan air dari bending tersebut.

Sigit mengungkapkan, perjuangan mereka mulai membuahkan hasil meskipun belum maksimal. Untuk itu, saat air dari Bendung Salamdarma tiba, Sigit turun langsung mendampingi para petani guna  memastikan penggelontoran air bisa sampai ke areal sawah dengan lancar.

"Alhamdulillah ada pengiriman air dari kemarin. Ada penambahan debit. Areal sawah yang sebelumnya kekeringan, sudah bisa digarap, traktor juga sudah bisa jalan," jelas Sigit.

Berita Lainnya
Terpopuler

Rekomendasi