REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG - Dua orang remaja santri dipukul batang pohon dan disiram air keras oleh petugas Linmas karena disangka begal, di Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Keduanya tengah melintas di Jalan Cilutung, Kecamatan Cipedes hendak pulang ke rumah setelah mengikuti kegiatan pengajian di pondok pesantren akhir Juli lalu.
Salah seorang korban Maryanto mengatakan, peristiwa terjadi saat ia hendak pulang ke rumah usai mengikuti kegiatan tawasulan di pondok pesantren. Saat berada di Jalan Cilutung, ia mengatakan berada di belakang sepeda motor rekannya yang ikut mengaji.
"Saya kan habis zikiran tawasulan, tempat itu tuh sepi nggak tahu ada linmas di situ di Cilutung, waktu itu saya ngebut teman di depan saya di belakang," ucap dia.
Ia menduga petugas linmas mengira dirinya adalah begal yang tengah mengejar pengendara motor di depannya. Melihat itu, ia mengaku diadang menggunakan batang pohon dan selanjutnya disiram air keras.
"Saya disiram air keras, panas banget," ungkap dia.
Akibat kejadian itu, ia mengaku terpental dari sepeda motor dan mengalami luka di bagian pergelangan tangan dan paha.
Sementara itu, Satuan Reserse Kriminal Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) bersama Petugas Pelayanan Perempuan dan Anak (PPO) Polresta Karawang tengah menangani laporan dugaan tindak pidana kekerasan terhadap anak yang terjadi di wilayah Kecamatan Pedes, Kabupaten Karawang.