Senin 10 Aug 2026 23:54 WIB

KDM akan Gabungkan Seluruh BUMD Jabar Jadi Superholding, Mirip Danantara

Saat ini sedang melakukan identifikasi seluruh BUMD yang dinilai sudah tak produktif.

Rep: Ferry Bangkit Rizki/ Red: Karta Raharja Ucu
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi
Foto: Pemda Jabar
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi memastikan bakal menggabungkan seluruh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) menjadi satu lembaga Superholding untuk membenahi tata kelola aset yang dinilai tidak produktif. Kebijakan ini akan mengadopsi konsep Danantara yang sudah diterapkan di tingkat nasional. 

KDM, sapaan akrab Dedi Mulyadi mengatakan, konsep menggabungkan BUMD itu sudah disampaikan kepada DPRD Provinsi Jawa Barat. Sehingga dia berharap pembahasan segera dimulai tahun ini.

Baca Juga

Dia berkata, pengelola perusahaan daerah sekaligus memastikan pengelolaannya diisi oleh figur profesional. "Kita akan menyederhanakan BUMD menjadi satu BUMD. Kita sudah menyampaikan kepada DPRD, mudah-mudahan dalam tahun ini sudah bisa dibahas dalam paripurna pertama," kata Dedi Mulyadi di Kota Cimahi, Selasa (4/8/2026).

Pemprov Jabar, kata dia, saat ini sedang melakukan identifikasi seluruh BUMD yang dinilai sudah tidak produktif lagi. Perusahaan plat merah daerah itu akan dihentikan jika berdasarkan hasil identifikasi tidak memberikan dampak positif. 

"Yang kedua, hari ini kita terus mengidentifikasi BUMD-BUMD yang tidak produktif. Ya sudah, dihentikan saja," ucap Dedi Mulyadi.

Berita Lainnya

Rekomendasi