REPUBLIKA.CO.ID, CIREBON -- Krisis air bersih saat musim kemarau menjadi bencana yang selalu dialami warga di Desa Slangit, Kecamatan Klangenan, Kabupaten Cirebon. Hal itu disebabkan kondisi geografis wilayah desa itu yang berupa lahan tadah hujan dan tidak memiliki sumber air.
“Di Desa Slangit setiap musim kemarau benar-benar kekurangan air bersih,” ujar Kepala Desa (Kuwu) Slangit, Apendi, akhir pekan kemarin.
Ia menyebut, ada sekitar 1.700 kepala keluarga (KK) di desanya yang terdampak kekurangan air bersih saat musim kemarau. Mereka kesulitan memperoleh air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Saat musim kemarau, pihak pemerintah desa mengupayakan kebutuhan untuk mandi, cuci, kakus (MCK) dari saluran irigasi. Namun, langkah tersebut bukan solusi ideal karena kualitas airnya yang tidak bersih.
“Tapi ya mau bagaimana lagi, saya tetap mengupayakan agar masyarakat mendapatkan air walaupun airnya tidak bersih karena memang tidak ada sumber air,” ucapnya.
Untuk mengatasi masalah tersebut, Pemerintah Desa Slangit telah mengusulkan pembangunan sumur bor kepada pemerintah daerah dengan kedalaman sekitar 185 meter. Langkah tersebut dinilai bisa menghadirkan sumber air bersih permanen bagi masyarakat.
“Cuma saat ini belum terealisasi. Kemungkinan kendalanya karena anggaran,” katanya.