REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG BARAT -- Mimpi anak sekolah di Kampung Sadang, RT 05, RW 02, Desa Budiharja, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat untuk memiliki jembatan penyebrangan menemui titik terang. Patok yang disebut menjadi titik awal pembangunan jembatan itu sudah dipasang.
Jembatan itu dibutuhkan mereka untuk memangkas waktu menuju SDN Budiharja yang berada di Kampung Gombong, RT 03, RW 05, Desa Budiharja. Selama ini, para siswa nenggunakan rakit bambu untuk menyebrangi perairan Waduk Saguling menuju sekolah.
"Iya kemarin sudah dipasang patok, patok buat jembatan teh titiknya di Saung (Pondok)," kata Ketua RT 05, RW 02, Desa Budiharja, Agus Sumpena saat dikonfirmasi, Ahad (30/8/2026).
Agus tidak merinci berapa banyak petugas yang datang ke Kampung Sadang untuk melakukan survei. Namun, ia memastikan petugas telah memasang patok sekaligus menentukan titik koordinat untuk pembangunan jembatan tersebut.
"Alhamdulillah, iya betul hari kemarin (Sabtu), ada petugas, tidak tahu suruhan dari Pak Gubernur atau siapa, kayak iya petugas dari Pak Gubernur. Sudah dipatok, sudah pakai titik koordinat, untuk pembangunan jembatan, sudah disurvei," kata dia
Agus mengatakan, para siswa di wilayahnya sudah lama menggunakan rakit bambu untuk pergi ke sekolah karena sangat memangkas waktu. Apalagi siswa kini diharuskan sudah berada di sekolaha pukul 06.30 WIB. Mereka harus menyebrangi perairan Waduk Saguling sepanjang 248 meter. Sedangkan jika menggunakan jalur darat, jaraknya memutar dan cukup jauh mencapai 2,28 kilometer.
Lihat postingan ini di Instagram