Senin 31 Aug 2026 02:24 WIB

Target dari Kemensos Hanya 10 Persen, Desil 1 di Kabupaten Cirebon Tembus 15 Persen

Pembenahan data dan penajaman program bantuan terus disiapkan guna menekan angka itu.

Rep: Lilis Sri Handayani/ Red: Karta Raharja Ucu
ilustrasi:bansos -
Foto: ANTARA/Iggoy el Fitra
ilustrasi:bansos -

REPUBLIKA.CO.ID, CIREBON – Dinas Sosial Kabupaten Cirebon buka suara terkait hasil pemetaan ekonomi masyarakat terbaru. Dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), komposisi kelompok desil 1 di Kabupaten Cirebon tercatat menyentuh 15 persen.

Angka tersebut melampaui ketentuan Kementerian Sosial yang menargetkan kelompok desil 1 di kisaran 10 persen. Pembenahan data dan penajaman program bantuan terus disiapkan guna menekan angka tersebut.

Baca Juga

Kepala Bidang Penanganan Fakir Miskin Dinas Sosial Kabupaten Cirebon, Astri Diana Ekasari, menjelaskan, kondisi tersebut berarti memperlihatkan masih adanya potensi kesalahan dalam pemutakhiran data penerima bantuan sosial. Ia menyebutkan, kesalahan data dapat berbentuk inclusion error maupun exclusion error.

Adapun inclusion error terjadi ketika masyarakat yang sebenarnya sudah mampu, masih tercatat dalam kelompok desil 1 sampai 5. Karenanya, mereka berpotensi menerima bantuan.

Sebaliknya, exclusion error terjadi ketika masyarakat yang tergolong miskin atau prasejahtera justru masuk desil 6 sampai 10. Akibatnya, mereka yang sebenarnya membutuhkan bantuan sosial, justru tidak mendapatkannya. 

“Desil 1 menggambarkan sangat miskin, sedangkan desil 10 paling kaya. Idealnya, desil 1 berada di angka 10 persen. Sedangkan sekarang di Kabupaten Cirebon angka desil 1-nya mencapai 15 persen,” ujar Astri.

Berita Lainnya

Rekomendasi