Senin 31 Aug 2026 18:34 WIB

Gus Kikin Terpilih Jadi Ketum PBNU, Sidkon Djampi Harap NU Terus Jadi Perekat Bangsa

Diperlukan peran organisasi keagamaan untuk menghadirkan narasi menyejukkan.

Rep: Muhammad Taufik/ Red: Ferry kisihandi
Anggota Komisi I DPRD Jawa Barat dari Fraksi PKB, Sidkon Djampi.
Foto: dok pribadi
Anggota Komisi I DPRD Jawa Barat dari Fraksi PKB, Sidkon Djampi.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Anggota Komisi I DPRD Jawa Barat dari Fraksi PKB, Sidkon Djampi menyampaikan ucapan selamat atas terpilihnya KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Sidkon berharap kepemimpinan Gus Kikin bisa membawa PBNU semakin solid serta memperkuat peran organisasi dalam memberikan kemaslahatan bagi umat dan bangsa.Menurutnya, NU memiliki posisi strategis dalam menjaga kehidupan sosial keagamaan sekaligus merawat persatuan di tengah masyarakat.

“Selamat kepada Gus Kikin atas amanah sebagai Ketua Umum PBNU. Semoga beliau diberikan kekuatan, kesehatan, dan kelancaran dalam menjalankan amanah besar ini,” ujar Sidkon, Senin (31/8/2026).

Politisi PKB tersebut menilai terpilihnya Gus Kikin menjadi momentum untuk memperkuat konsolidasi internal NU dari tingkat pusat hingga daerah. Menurut dia, kekuatan NU selama ini tidak hanya berada pada struktur organisasi, tetapi juga pada jejaring ulama, pesantren, kader, serta masyarakat yang menjadi bagian dari perjalanan panjang Nahdlatul Ulama.

Sidkon berharap kepemimpinan baru PBNU dapat menghadirkan program yang semakin dekat dengan kebutuhan umat. Sejumlah persoalan, mulai dari pendidikan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, penguatan pesantren, hingga pengembangan generasi muda, dinilai perlu terus menjadi perhatian.

“NU harus terus hadir menjawab persoalan masyarakat. Penguatan pesantren, pendidikan, ekonomi umat, dan kaderisasi generasi muda harus menjadi bagian penting dari gerakan NU ke depan,” katanya.

Selain itu, Sidkon berharap PBNU dapat terus menjadi kekuatan yang ikut menjaga persatuan dan kerukunan bangsa.

Di tengah dinamika sosial dan perkembangan teknologi informasi, menurutnya, diperlukan peran tokoh agama dan organisasi keagamaan untuk menghadirkan narasi yang menyejukkan serta mendorong masyarakat menjaga ukhuwah.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara PBNU, pemerintah, lembaga pendidikan, pesantren, dan berbagai elemen masyarakat dalam menghadapi tantangan pembangunan.

“Semoga di bawah kepemimpinan Gus Kikin, NU semakin kuat, solid, mandiri, dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi umat serta bangsa Indonesia,” ujar Sidkon.

Sidkon menambahkan, kepemimpinan baru PBNU diharapkan melanjutkan tradisi NU sebagai organisasi yang mengedepankan Islam moderat, menjaga persatuan, serta berkontribusi dalam membangun kehidupan masyarakat yang lebih baik. 

Berita Lainnya

Rekomendasi