REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- EIGER mengembangkan destinasi ekowisata EIGER Nature di Bogor, Jawa Barat, dengan mengintegrasikan aktivitas wisata alam, konservasi lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat. Dalam proses pengembangan kawasan tersebut, EIGER telah melakukan penanaman lebih dari 120 ribu pohon.
Selain penanaman pohon, pengembangan kawasan juga mencakup penanaman sekitar 8 juta semak dan tanaman penutup tanah, pemulihan lahan, pendataan keanekaragaman hayati, pengelolaan air dan hidrologi, hingga sistem pengelolaan sampah.
EIGER Nature sebelumnya dikenal sebagai EIGER Adventure Land.
Perubahan identitas tersebut dilakukan sebagai bagian dari penajaman arah pengembangan kawasan menjadi destinasi ekowisata yang mengintegrasikan aspek ekologis, sosial, budaya, dan ekonomi.
Direktur Utama EIGER Nature Imanuel Wirajaya mengatakan perubahan tersebut bukan sekadar pergantian nama. Menurut dia, pengembangan kawasan menjadi bagian dari proses EIGER untuk terus belajar dari alam, budaya, dan manusia.
"Perubahan ini bukan sekadar tentang nama, tetapi tentang komitmen kami untuk membangun ekowisata yang dapat menjadi berkat bagi pengunjung, alam, budaya, dan masyarakat," ujar Imanuel.
Dalam pengembangannya, EIGER Nature menggunakan pendekatan 3E Ekowisata yang mencakup Ekologi, Etnologi, dan Ekonomi. Pendekatan tersebut kemudian dikembangkan menjadi kerangka 7E yang meliputi Ekologi, Etnologi, Ekonomi, Edukasi, Estetika, Etika, dan Entertainment.
Kerangka tersebut menjadi dasar dalam perencanaan kawasan dan pengembangan program agar aktivitas wisata dapat berjalan seiring dengan konservasi alam, pelestarian budaya, edukasi, serta pemberdayaan masyarakat.
"Ekowisata bukan sekadar membawa orang ke alam. Ekowisata harus mampu membangun hubungan yang lebih baik antara manusia, alam, budaya, dan masyarakat, sekaligus memberikan manfaat yang berkelanjutan," kata Imanuel.
Dari sisi sosial dan ekonomi, lebih dari 500 tenaga kerja telah dilibatkan dalam proses pengembangan EIGER Nature. Sekitar 300 orang di antaranya berasal dari masyarakat di sekitar kawasan.
Saat mulai beroperasi, EIGER Nature diproyeksikan dapat menciptakan lebih dari 1.200 lapangan pekerjaan.
EIGER Nature juga berencana mengalokasikan 5 persen dari laba bersih untuk mendukung program pelestarian alam dan budaya serta peningkatan kualitas hidup masyarakat. Program tersebut mencakup kegiatan konservasi, pengelolaan limbah, hingga inisiatif 1 Ticket 1 Tree.
Dari sisi pengalaman pengunjung, EIGER Nature mengintegrasikan aktivitas berbasis alam dengan unsur petualangan, budaya, dan hospitality. Sejumlah fasilitas dan aktivitas yang disiapkan antara lain Suspension Bridge, Tree House & Net Adventure, Cultural Walk, Playscape, Nature Walk, serta Forest Adventure.
Kawasan Forest Camp juga disiapkan bagi pengunjung yang ingin menikmati pengalaman menginap di tengah lingkungan alam melalui pilihan Camping Ground, Glamping, dan Cabin.
Imanuel mengatakan pengalaman yang ditawarkan diharapkan tidak berhenti pada aktivitas rekreasi semata.
"Pada akhirnya, kami ingin orang tidak hanya datang untuk menikmati alam, tetapi juga pulang membawa pengalaman, pemahaman, dan makna yang baru," ujarnya.
Melalui EIGER Nature, perusahaan berupaya mengembangkan ekowisata sebagai bagian dari ekosistem yang mempertemukan kepentingan wisata, konservasi, budaya, dan masyarakat.