Rabu 16 Sep 2026 10:45 WIB

Pemprov Jabar Siapkan Uang Tunggu untuk Korban Selamat Kecelakaan Kapal Virgo

Sebanyak 12 korban selamat terdiri dari warga Garut dan Cianjur.

Tim SAR gabungan mengevakuasi penumpang kapal motor penumpang (KMP) Virgo Transport 8 dari kapal patroli cepat Lanal Banjarmasin di Pelabuhan Tri Sakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Selasa (15/9/2026). Tim SAR gabungan mengevakuasi sebanyak 22 penumpang selamat yang sempat tertahan di tengah laut akibat terkendala gelombang tinggi sehingga proses evakuasi melalui pemindahan dari dua kapal yang dilanjutkan menggunakan kapal patroli cepat agar mempercepat proses evakuasi menuju Banjarmasin.
Foto: ANTARA FOTO/Bayu Pratama S
Tim SAR gabungan mengevakuasi penumpang kapal motor penumpang (KMP) Virgo Transport 8 dari kapal patroli cepat Lanal Banjarmasin di Pelabuhan Tri Sakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Selasa (15/9/2026). Tim SAR gabungan mengevakuasi sebanyak 22 penumpang selamat yang sempat tertahan di tengah laut akibat terkendala gelombang tinggi sehingga proses evakuasi melalui pemindahan dari dua kapal yang dilanjutkan menggunakan kapal patroli cepat agar mempercepat proses evakuasi menuju Banjarmasin.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi akan memberikan uang tunggu bagi 12 korban selamat dalam kecelakaan Kapal Virgo Transport 8. Para korban kini berada di Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Setiap korban selamat bakal menerima uang tunggu Rp7 juta. "Rinciannya Rp2 juta untuk tiket pesawat pulang, Rp1 juta untuk bekal selama di sana, Rp4 juta untuk keluarga di rumah karena mereka kehilangan uang di kapal hasil kerja selama satu bulan," kata KDM, sapaan akrab Dedi Mulyadi, Selasa (15/9/2026).

Baca Juga

Sebanyak 12 korban selamat tersebut terdiri dari 11 orang asal Kabupaten Garut dan 1 orang warga Cianjur.

Sementara itu, apabila terdapat korban meninggal dunia, KDM pun akan memberikan uang duka kepada ahli waris sebesar Rp25 juta per korban.

Ia berharap kecelakaan Kapal Virgo Transport 8 menjadi insiden terakhir dan tidak ada lagi peristiwa serupa.  

Berita Lainnya

Rekomendasi