Jumat 18 Sep 2026 14:30 WIB

Warga Pelosok Bandung Barat Akhirnya Nikmati Mulusnya Jalan Gununghalu-Datarpuspa

Aktivitas masyarakat jadi lebih mudah dengan akses jalan yang sudah mulus itu.

Rep: Ferry Bangkit Rizki/ Red: Ahmad Fikri Noor
Ruas Jalan Gununghalu-Datarpuspa di Kabupaten Bandung Barat yang diperbaiki Pemkab Bandung Barat tahun ini.
Foto: Istimewa
Ruas Jalan Gununghalu-Datarpuspa di Kabupaten Bandung Barat yang diperbaiki Pemkab Bandung Barat tahun ini.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG BARAT -- Warga Sindangkerta dan Gununghalu, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat sedang diselimuti bahagia karena ruas Jalan Gununghalu-Datarpuspa akhirnya mendapat sentuhan perbaikan. Aktivitas pendidikan, ekonomi, dan kesehatan pun lebih mudah dengan akses jalan yang sudah mulus itu.

Ruas jalan yang menghubungkan Kecamatan Sindangkerta dengan Gununghalu serta akses menuju wilayah Ciwideuy, Kabupaten Bandung itu diperbaiki Pemkab Bandung Barat era Bupati dan Wakil Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail-Asep Ismail menggunakan konstruksi beton.

Baca Juga

Berdasarkan data Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang KBB, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR), panjang penanganan Jalan Gununghalu-Datarpuspa tahun ini mencapai 972 meter dengan lebar 4 meter dengan nilai kontrak Rp3.960.582.769 menggunakan konstruksi beton.

"Mewakili warga tentunya bersyukur alhamdulillah akhirnya perbaikan terealisasi sekarang. Kalau di wilayah kami mungkin udah puluhan tahun lalu terakhir diperbaiki," kata Kepala Desa Tangsijaya, Kecamatan Gununghalu, Isep Heryatna saat dihubungi, Jumat (18/9/2026).

Total panjang Jalan Gununghalu-Datarpuspa mencapai 13,40 kilometer. Dari total ruas panjang itu, 11,967 kilometer atau 89,31 dalam kondisi baik, 0,300 kilometer atau 2,24 persen rusak sedang dan masih terdapat 1,133 kilometer ruas dengan perkerasan telford atau kerikil yang sekaligus berada dalam kondisi rusak berat.

Kondisi itu menjadi prioritas penanganan Pemkab Bandung Barat untuk dilakukan perbaikan secara bertahap. Prioritas penanganan difokuskan rekonstruksi atau peningkatan struktur pada segmen 1,133 kilometer yang masih berupa kerikil dan berkondisi rusak berat.

Pemkab Bandung Barat juga melakukan pemeliharaan berkala pada segmen 0,300 km yang berkondisi sedang agar tidak berkembang menjadi kerusakan berat sert empertahankan kondisi 11,967 kilometer ruas yang telah baik melalui pemeliharaan rutin dan pengendalian drainase.

"Dengan penanganan tersebut, ruas Gununghalu-Datarpuspa berpotensi mencapai kondisi 100 persen mantap, sehingga dapat memberikan pelayanan jalan yang lebih optimal bagi masyarakat Kecamatan Gununghalu dan sekitarnya," kata Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail.

Dirinya mengatakan, perbaikan jalan ini menjadi bukti komitmen Pemkab Bandung Barat untuk melakukan pemerataan pembangunan di seluruh wilayah. Namun perbaikan jalan itu akan dilakukan secara bertahap.

Sebab, kata Jeje, konektivitas antarwilayah menjadi faktor penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya di wilayah selatan KBB yang memiliki potensi besar di sektor pertanian dan pariwisata.

Ia menilai, kondisi infrastruktur jalan yang baik akan memberikan dampak langsung terhadap kelancaran mobilitas warga, distribusi hasil pertanian, serta peningkatan aktivitas perekonomian di berbagai wilayah. "Perbaikan jalan tentunya akan meningkatkan ekonomi daerah masing-masing, dan itu sangat penting dilakukan," ucapnya.

Meski demikian, Jeje meminta masyarakat untuk bersabar karena pembangunan infrastruktur dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan kemampuan anggaran daerah. Pemerintah daerah, kata dia, terus berupaya menangani ruas jalan yang selama ini menjadi keluhan masyarakat.

"Jadi jalan rusak yang dikeluhkan masyarakat itu sangat banyak, dan sebagian sudah masuk ke rencana perbaikan. Cuma kan semua butuh proses, ada penginputan dan tahapan lainnya. Beberapa bulan lalu, kita sudah cek yang di wilayah selatan, juga akan diperbaiki," kata Jeje.

photo
Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail. - (Dok Republika)

 

Berita Lainnya

Rekomendasi