REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG BARAT -- Dua warga Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, tak kuasa menahan haru setelah mendapat kepastian rumah mereka akan diperbaiki melalui program renovasi rumah tidak layak huni (Rutilahu). Rumah milik Nonoh Rohanah dan Rustandi sebelumnya sudah lama dihuni dalam kondisi yang memprihatinkan.
Rumah Nonoh berada di Desa Rancasenggang, Kecamatan Sindangkerta, sedangkan rumah Rustandi berada di Desa Ciptaharja, Kecamatan Cipatat. Keduanya merupakan rumah panggung yang kondisinya sudah tidak layak huni.
Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail bersama istrinya, Syahnaz Sadiqah, yang juga Ketua TP PKK Kabupaten Bandung Barat, mengunjungi kedua rumah tersebut. Saat berbincang dengan Nonoh, Jeje dan Syahnaz menyampaikan kepastian bahwa rumahnya akan mendapat perbaikan.
Nonoh tak kuasa menahan tangis setelah mengetahui rumah yang selama ini ditempatinya akan diperbaiki. Ia kemudian mengucapkan terima kasih kepada Jeje dan rombongan. "Hatur nuhun (terima kasih)," kata Nonoh.
Jeje dan Syahnaz kemudian mengunjungi rumah Rustandi yang dihuni bersama istri dan bayi mereka yang baru berusia lebih dari satu bulan. Rustandi tampak bahagia setelah mendapat kepastian rumah panggung yang ditempatinya akan diperbaiki.
Jeje mengatakan kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat langsung kondisi rumah warga sekaligus mencari solusi atas kendala yang membuat perbaikan belum terealisasi.
"Saya bersama istri mengunjungi dua rumah di Bandung Barat yang kondisinya cukup memprihatinkan. Jadi kita datang mencari solusinya, solusi persoalan yang ada bisa segera diselesaikan dan rumahnya bisa segera diperbaiki," kata Jeje saat dikonfirmasi, Rabu (23/9/2026).
Menurut Jeje, pengajuan perbaikan kedua rumah tersebut melalui program Rutilahu telah dilakukan beberapa tahun lalu. Namun, prosesnya sempat terkendala administrasi lahan yang kini telah diselesaikan sehingga keduanya masuk dalam daftar penerima perbaikan.
"Rumah Nenek Nonoh dan Kang Rustandi adalah dua dari 15.279 unit rumah di Bandung Barat yang terdata dan mengajukan bantuan Rutilahu tahun 2026," ungkap Jeje.
Dengan keterbatasan anggaran daerah, perbaikan Rutilahu dilakukan secara bertahap. Pada 2026, sebanyak 367 unit rumah mendapat bantuan melalui program tersebut.
Pemkab Bandung Barat juga mengajukan bantuan kepada pemerintah pusat melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS). Sebanyak 2.451 unit rumah telah diajukan untuk mendapat bantuan perbaikan dari pemerintah pusat.
"Kami tidak berhenti di kemampuan anggaran daerah, kami sudah mengajukan bantuan kepada pemerintah pusat untuk 2.451 unit rumah. Dan sampai hari ini masih dalam proses," ujar Jeje.
Selain mengandalkan anggaran pemerintah, Pemkab Bandung Barat membuka kerja sama dengan pihak swasta melalui program corporate social responsibility (CSR). Sejumlah program perbaikan rumah melalui skema tersebut telah berjalan di beberapa lokasi.
"Kami juga terus mencari jalan lain, kami melakukan akselerasi membangun kolaborasi dengan pihak swasta melalui program CSR dan alhamdulillah sudah terlaksana di beberapa tempat. Kami terus membuka peluang dukungan dari berbagai pihak," sebut Jeje.
Jeje mengatakan perbaikan rumah tidak layak huni menjadi salah satu prioritas pembangunan di Kabupaten Bandung Barat. Pemkab Bandung Barat akan mencari sumber pendanaan lain agar cakupan perbaikan rumah warga dapat diperluas.
"Kita memang punya keterbatasan anggaran tapi keterbatasan anggaran tidak boleh membatasi ikhtiar kita. Upaya akan terus kami lakukan agar semakin banyak rumah warga Bandung Barat yang bisa diperbaiki dan semakin banyak keluarga yang bisa merasakan tempat tinggal yang layak," kata Jeje.