REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG BARAT -- Sebanyak 182 titik Sekolah Rakyat di berbagai daerah di Indonesia sudah beroperasi. Pemerintah menargetkan setiap kabupaten dan kota nantinya memiliki gedung permanen Sekolah Rakyat untuk mendukung pengembangan program tersebut.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf alias Gus Ipul mengatakan, dari 182 titik Sekolah Rakyat yang sudah beroperasi, sebanyak 24 titik berada di Jawa Barat.
"Kalau sudah ada 182 titik, kemudian di Jawa Barat ada berapa? 24 titik untuk Jawa Barat yang sudah boleh beroperasi," kata Gus Ipul di Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Rabu (23/9/2026).
Menurut Gus Ipul, sejumlah Sekolah Rakyat sudah menggunakan gedung permanen yang dibangun pemerintah pusat. Namun, sebagian lainnya masih memanfaatkan gedung sementara.
Ke depan, pemerintah menargetkan pembangunan gedung permanen dilakukan secara bertahap sehingga setiap kabupaten dan kota memiliki fasilitas Sekolah Rakyat sendiri.
Selain fasilitas, Gus Ipul mengatakan pengembangan Sekolah Rakyat harus diikuti kesiapan tenaga kependidikan. Guru, wali kelas, dan wali asrama dinilai memiliki peran penting dalam mendampingi siswa selama mengikuti pendidikan sekaligus menjalani kehidupan di asrama.
"Mereka harus bekerja dengan penuh empati, dengan hati, totalitas, karena yang didampingi ini adalah siswa-siswa istimewa yang berasal dari berbagai latar belakang," ujar Gus Ipul.
Menurut Gus Ipul, kebutuhan pendampingan tersebut berkaitan dengan latar belakang siswa Sekolah Rakyat yang berasal dari keluarga rentan dengan kondisi dan kemampuan yang beragam.
Kementerian Sosial berharap pengembangan titik Sekolah Rakyat, yang diikuti dengan kesiapan fasilitas dan tenaga kependidikan, dapat memperluas akses pendidikan sekaligus membuka kesempatan bagi siswa untuk menata masa depan.