REPUBLIKA.CO.ID, CIREBON -- Jumlah warga Kabupaten Cirebon yang menjadi pekerja migran Indonesia (PMI) di luar negeri, cukup tinggi. Kasus yang membelit para PMI pun mengalami peningkatan.
Berdasarkan data Disnaker Kabupaten Cirebon, sepanjang 2025 tercatat sebanyak 11.433 PMI asal Kabupaten Cirebon. Sementara pada Januari hingga Agustus 2026, jumlah PMI telah mencapai sekitar 8.500 orang.
Dari 40 kecamatan di Kabupaten Cirebon, Kecamatan Pabedilan, Losari, dan Ciledug menjadi wilayah yang menyumbang cukup banyak PMI. Wakil Bupati Cirebon, Agus Kurniawan Budiman, mengatakan, Kabupaten Cirebon termasuk daerah dengan jumlah PMI yang tinggi, baik di tingkat Jawa Barat maupun nasional. “Berdasarkan data yang dimiliki pemerintah daerah, Kabupaten Cirebon berada di posisi kedua di Jawa Barat dan posisi keempat secara nasional dalam jumlah PMI,” kata Agus, Kamis (24/9/2026).
Kondisi tersebut, kata Agus, menjadi tantangan sekaligus perhatian bagi Pemkab Cirebon untuk memastikan masyarakat yang bekerja di luar negeri mendapatkan perlindungan yang memadai. Apalagi, tingginya jumlah PMI itu diiringi dengan meningkatnya laporan pengaduan terkait kasus yang mereka hadapi.
Pada 2025, pemerintah daerah menerima sebanyak 44 laporan pengaduan. Sedangkan sepanjang Januari hingga Agustus 2026, jumlah pengaduan telah mencapai 59 laporan.
Menurut Agus, peningkatan jumlah pengaduan tersebut menjadi salah satu alasan pentingnya pemerintah memberikan edukasi dan sosialisasi sejak sebelum calon PMI berangkat ke luar negeri. Melalui upaya tersebut, calon PMI bisa memahami prosedur aman bekerja di luar negeri.
Ia pun berharap calon PMI tidak hanya mempertimbangkan peluang mendapatkan penghasilan. Namun juga memahami pentingnya legalitas dan perlindungan selama bekerja di negara tujuan.
Di sisi lain, lanjut Agus, pemerintah daerah juga berupaya memperbanyak kesempatan kerja di dalam daerah agar masyarakat memiliki alternatif selain bekerja ke luar negeri. Apalagi, Kabupaten Cirebon memiliki potensi ekonomi yang cukup besar, terutama dengan semakin berkembangnya sektor industri.
Pemkab Cirebon, kata dia, terus berupaya menjaga iklim investasi dan keberlangsungan perusahaan yang berdiri di wilayah Kabupaten Cirebon. “Harapannya karena di Kabupaten Cirebon ini sebenarnya banyak potensi. Pemerintah daerah juga terus berupaya menjaga investasi di Kabupaten Cirebon,” ungkapnya.
Ia berharap, semakin banyaknya pabrik dan investasi yang masuk ke Kabupaten Cirebon, dapat membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat lokal. Dengan demikian, masyarakat Kabupaten Cirebon tidak harus bekerja di luar.
“Tentunya nanti bisa bekerja di daerahnya sendiri,” kata Agus.