REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat melaporkan telah menyalurkan 27 juta liter air bersih untuk 688 desa dan kelurahan yang terdampak kekeringan di musim kemarau. Total 1 juta orang lebih terdampak kekeringan.
Pranata Humas Ahli BPBD Jabar Hadi Rahmat mengatakan krisis air bersih dan kekeringan telah memberikan dampak kepada 688 desa dan kelurahan yang tersebar di 247 kecamatan di Jawa Barat. Total masyarakat yang terdampak sebanyak 307.295 kepala keluarga atau setara dengan 1.018.922 jiwa.
"Sebagai langkah mitigasi dan respon cepat, pemerintah bersama lintas instansi, relawan, dan dunia usaha telah menyalurkan bantuan air bersih dengan total volume mencapai 27.632.080 liter," ucap dia, Rabu (23/9/2026).
Ia mengatakan distribusi air bersih tersebut bersumber dari sinergi berbagai unsur, dengan rincian BPBD 17.260.000 liter air bersih, PMI 2.936.380 liter air bersih, PDAM 3.384.000 liter, Kementerian PUPR 1.216.900 liter, dunia usaha 780.000 liter dan Tagana 670.000 liter.
Selain itu, bantuan dari komunitas 664.800 liter, BBWS 248.000 liter, Pemda 266.000 liter. BAZNAS 156.000 liter. Polres 43.000 liter dan Kodim 7.000 liter.
Hadi mengatakan dampak kekeringan dirasakan dengan tingkat keparahan yang bervariasi di tiap kabupaten dan kota di Jawa Barat. Kabupaten Bogor menjadi wilayah dengan jumlah warga terdampak terbesar, mencapai 326.445 jiwa. Disusul oleh Kabupaten Tasikmalaya, Garut, dan Kabupaten Bandung.
Pihaknya berkomitmen untuk terus menyiagakan armada distribusi air bersih guna meringankan beban masyarakat. Hingga kondisi kekeringan berangsur pulih sepenuhnya.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan musim hujan di Indonesia akan dimulai pada November 2026 hingga awal 2027. BMKG mewanti-wanti dampak dari musim hujan yang berlangsung pendek dan intens.
Deputi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan meminta masyarakat mewaspadai dampak awal musim hujan hingga puncaknya yang datang dalam waktu berdekatan. Kondisi itu berpotensi menyebabkan timbulkan bencana hidrometeorologi basah.