Jumat 25 Sep 2026 14:21 WIB

SPPG De La Tina Ciamis Perketat Mutu MBG dari Dapur hingga Distribusi

Jumlah penerima manfaat bertambah secara bertahap.

Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) De La Tina di Kabupaten Ciamis menerapkan pengawasan berlapis dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Foto: SPPG Ciamis
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) De La Tina di Kabupaten Ciamis menerapkan pengawasan berlapis dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

REPUBLIKA.CO.ID, CIAMIS -- Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) De La Tina di Kabupaten Ciamis menerapkan pengawasan berlapis dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pengawasan dilakukan sejak bahan pangan tiba di dapur hingga makanan diterima oleh penerima manfaat.

SPPG De La Tina yang berada di bawah naungan Yayasan Garuda Galuh Ciamis mulai beroperasi pada 15 Desember 2025. Jumlah penerima manfaat bertambah secara bertahap, dari 797 orang pada awal operasional, kemudian mencapai 1.000 hingga sempat menyentuh 3.000 orang. Saat ini, layanan diberikan kepada 2.347 penerima manfaat.

Baca Juga

Kepala SPPG De La Tina, Mohamad Ilham Syah Rizal, mengatakan jumlah penerima manfaat dapat berubah menyesuaikan kondisi di lapangan. Meski demikian, pihaknya berupaya memastikan seluruh penerima tetap mendapatkan pelayanan sesuai standar operasional prosedur (SOP) dan ketentuan Badan Gizi Nasional (BGN).

"Setiap harinya kadang penerima manfaat berubah, ada yang bertambah. Tapi kita usahakan semuanya bisa terpenuhi dan dilayani sesuai SOP serta aturan BGN," ujar Ilham, Kamis (24/9/2026).

Dari jumlah tersebut, penerima manfaat tidak hanya berasal dari anak sekolah. SPPG De La Tina juga melayani balita, ibu menyusui, dan ibu hamil, termasuk kelompok dengan kebutuhan khusus seperti anak stunting, ibu hamil dengan kondisi kekurangan energi kronis (KEK), serta bayi berusia 6-12 bulan.

Ilham mengatakan kebutuhan penerima menjadi salah satu pertimbangan dalam pemberian menu. Penerima dengan kondisi stunting, misalnya, mendapatkan tambahan sumber protein. Sementara bagi penerima yang memiliki alergi terhadap bahan pangan tertentu, menu dapat diganti dengan sumber pangan lain yang memiliki kandungan gizi setara.

Pengawas Gizi SPPG De La Tina, Eri Supriatna, mengatakan pengawasan mutu dilakukan secara berjenjang. Penyusunan menu terlebih dahulu disesuaikan dengan standar dan ketentuan BGN.

"Pertama, kita merancang menu dulu sesuai dengan standar dari BGN dan apa saja yang diperbolehkan oleh BGN. Kita mengikuti alurnya agar tidak ada kendala," kata Eri.

Setiap bahan pangan yang datang diperiksa dan disortir. Bahan yang tidak memenuhi standar dipisahkan, sedangkan bahan yang layak disimpan sesuai kebutuhan dan suhu penyimpanan.

Pengawasan berlanjut saat proses memasak. Relawan dan juru masak diwajibkan menggunakan alat pelindung diri serta menjalankan prosedur sanitasi. Suhu makanan dan waktu distribusi juga diperhatikan untuk menjaga keamanan pangan.

Sebelum makanan didistribusikan, sampel makanan diambil sejak awal proses memasak dan disimpan sebagai bahan pemeriksaan apabila sewaktu-waktu diperlukan. Makanan juga dikemas dalam kondisi tertutup selama pengiriman guna mencegah kontaminasi.

SPPG De La Tina menetapkan waktu sejak makanan selesai dimasak hingga diterima penerima manfaat berada dalam rentang empat sampai enam jam. Evaluasi menu pun dilakukan dengan melihat makanan yang tersisa. Menu yang banyak tidak dikonsumsi menjadi bahan evaluasi untuk penyusunan menu berikutnya.

Masukan dari sekolah dan posyandu juga menjadi pertimbangan agar makanan yang disajikan tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi, tetapi dapat diterima oleh penerima manfaat.

Di sisi lain, SPPG De La Tina berupaya mengelola sisa pangan dengan memperhatikan aspek lingkungan. Sisa sayuran, potongan bahan pangan, hingga makanan yang tidak dikonsumsi dikumpulkan untuk dimanfaatkan sebagai pakan budidaya maggot di Pulowerang, Kecamatan Lakbok, Ciamis.

Untuk limbah cair, SPPG menggunakan sistem IPAL Biofilter Anaerobik BIOFAL dari PT FAL Jaya Abadi. Sistem tersebut digunakan untuk menekan kadar pencemar, seperti BOD, COD, dan TSS, sebelum limbah dibuang ke lingkungan.

Dari sisi legalitas, SPPG De La Tina telah memiliki sertifikat halal, Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), serta sertifikasi bagi penjamah makanan.

Berita Lainnya

Rekomendasi