REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG- Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengungkapkan butuh anggaran Rp 800 miliar untuk mengatasi banjir di Kota Bandung. Namun, APBD tidak dapat memenuhi itu semua dalam jangka lima tahun sehingga akan mencari alternatif pembiayaan lain.
"Insya Allah kalau saya melihatnya. Tapi memang tantangannya di pembiayaan. Untuk penanganan banjir itu kita butuh Rp 800 miliar. Kalau dari APBD murni sudah pasti tidak mungkin. Kita sedang memikirkan mencari berbagai macam pembiayaan," ucap dia di Kantor DPRD Kota Bandung, Jumat (25/9/2026).
Ia menuturkan tengah mencari alternatif pembiayaan lain seperti yang dicontohkan Pemprov DKI Jakarta. Mereka, Farhan mengatakan mengeluarkan obligasi untuk pinjaman.
Pihaknya juga membuka peluang mencari bantuan dari luar negeri. Namun, Farhan mengaku akan terlebih dahulu mencari alternatif pembiayaan dari pemerintah pusat dan bantuan provinsi Jawa Barat.
"Sekarang ini kan provinsi juga banyak membantu untuk perbaikan jalan. Contohnya Jalan Sukajadi, Jalan Setiabudi, Jalan Cihampelas, Jalan Terusan Pasirkoja, itu kan bagian dari pemerintah provinsi," kata dia.