Sabtu 26 Sep 2026 14:48 WIB

KDM Bakal Beri Dana Hingga Rp 5 Miliar Bagi Desa yang Hijaukan Wilayah

KDM menyebut desa yang hutannya terus bertambah akan ditambah dana desanya.

Rep: M. Fauzi Ridwan/ Red: Karta Raharja Ucu
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang akrab disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM) menghadiri acara Ground Talk dan Bebersih Leuweung Republika di Situ Cisanti, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Sabtu (26/9/2026).
Foto: Eco Supriyadi/Republika
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang akrab disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM) menghadiri acara Ground Talk dan Bebersih Leuweung Republika di Situ Cisanti, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Sabtu (26/9/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang akrab disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM) bakal memberi tambahan dana hingga Rp 5 miliar kepada desa yang menghijaukan wilayahnya. Termasuk untuk desa-desa yang berada di wilayah Gunung Wayang, Kabupaten Bandung.

"Seluruh desa yang ada di kaki gunung ini (wayang) akan saya kasih tambahan subsidi pembangunan desanya. Asal berkomitmen untuk menghijaukan wilayahnya," ucap dia di acara ESG GroundTalk dan Bebersih Leweung Republika, Sabtu (26/9/2026).

Baca Juga

Gubernur yang akrab disapa KDM ini menuturkan rencana tersebut bakal ditindaklanjuti dengan peraturan yang segera dibuat. KDM menyebut desa yang hutannya terus bertambah akan ditambah dana desanya.

"Tapi hutan baru bukan hutan lama," ujar mantan bupati Purwakarta.

Dia mencontohkan desa yang menambah hutan baru satu hektar akan mendapatkan tambahan dana Rp 50 juta. Apabila, tambahan hutan baru mencapai 10 hektar maka dana yang diberikan Rp 500 juta.

"Kalau ditambah 10 hektar berarti Rp 500 juta, ditambah menjadi 100 hektar, itu menjadi Rp 5 miliar," kata dia.

Ia mengatakan pelaksanaan program tersebut akan dimulai pada bulan Desember mendatang. Dedi mengatakan penghitungan penambahan dana akan disesuaikan dengan rasio luas hutan baru.

Dedi menambahkan 1.000 hektar lahan kerja sama dengan Mabes TNI AD, Perhutani dan PTPN akan digunakan untuk penghijauan. Selain itu, pihaknya juga akan menambah 4.000 petani yang menanam pohon digaji Rp 2,5 juta.

"Digaji tiap bulan, 4.000 kali Rp 2,5 juta, berapa? Rp 10 miliar kan? RP 10 miliar kali setahun Rp 120 miliar. Rp 120 miliar nggak ada artinya dibanding banjir Citarum," kata KDM.  Ia mengatakan kondisi sungai Citarum saat ini mengalami sedimentasi dan harus dikeruk dengan membutuhkan dana Rp 1 triliun.

Berita Lainnya

Rekomendasi