Ahad 27 Sep 2026 10:03 WIB

Republika Bebersih Leweung di Titik Nol Sungai Citarum, Ini Kata Satgas Citarum Harum

Sepanjang 2026, 20 perusahaan pembuang limbah ke DAS Citarum sudah ditindak.

Rep: Ferry Bangkit Rizky/ Red: Indira Rezkisari
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (tengah) didampingi  Pemimpin Redaksi Republika Andi Muhyiddin (kiri) dan Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) Citarum Harum Kolonel Inf Yanto Kusno Hendarto (kanan) saat sesi diskusi dalam acara Ground Talk dan Bebersih Leuweung di Kilometer 0 Citarum, Situ Cisanti, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Sabtu (26/9/2026). Republika menggelar sesi diskusi dalam acara Ground Talk ESG Now Movement dengan tema pembahasan menjaga kelestarian alam dala. pembangunan wilayah tanpa merusak. Dalam kegiatan yang sama, Republika juga menggelar kegiatan Bebersih Leuweung sebagai aksi nyata dengan melibatkan warga, mahasiswa dan lembaga lingkungan sebagai wujud komitmen Republika untuk mengedukasi masyarakat terkait kesadaran buang dan pilah sampah dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan.
Foto: Republika/Thoudy Badai
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (tengah) didampingi Pemimpin Redaksi Republika Andi Muhyiddin (kiri) dan Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) Citarum Harum Kolonel Inf Yanto Kusno Hendarto (kanan) saat sesi diskusi dalam acara Ground Talk dan Bebersih Leuweung di Kilometer 0 Citarum, Situ Cisanti, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Sabtu (26/9/2026). Republika menggelar sesi diskusi dalam acara Ground Talk ESG Now Movement dengan tema pembahasan menjaga kelestarian alam dala. pembangunan wilayah tanpa merusak. Dalam kegiatan yang sama, Republika juga menggelar kegiatan Bebersih Leuweung sebagai aksi nyata dengan melibatkan warga, mahasiswa dan lembaga lingkungan sebagai wujud komitmen Republika untuk mengedukasi masyarakat terkait kesadaran buang dan pilah sampah dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Komandan Satuan Tugas (Satgas) Citarum Harum Kolonel Inf. Yanto Kusno Hendarto mengapresiasi pelaksanaan Ground Talk & Bebersih Leuweung Republika di Situ Cisanti, Gunung Wayang, Desa Tarumajaya, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Sabtu (26/9/2026). 

Kolaborasi ini dinilainya sangat penting untuk menjaga kelestarian lingkungan Sungai Citarum. Sejak dari Titik Nol yang bermula Situ Cisanti yang mengalir hingga 300 kilometer dengan melintasi berbagai daerah di Jawa Barat hingga bermuara di Muara Gembong, Bekasi dan berakhir di Laut Jawa. 

Baca Juga

Dalam kesempatan itu, Kolonel Inf. Yanto juga berbicara masalah pencemaran lingkungan di Sungai Citarum. Sepanjang tahun 2026 pihaknya sudah menindak 20 perusahaan yang sengaja membuang limbah ke Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum.

"Terkait dengan (pabrik) tekstil yang kami hadapi tahun 2026 ini kurang lebih sudah ada 20 yang kita dapatkan dan sudah Gakkum (penegakan hukum) di Dinas Lingkungan Hidup," kata Yanto. 

Aksi nakal buang limbah perusahaan ke DAS Citarum itu dilakukan di waktu-waktu tertentu agar tidak diketahui petugas. Menurut Kolonel Inf. Kondisi itu dikarenakan kurangnya kesadaran pemilik perusahaan terhadap keberlangsungan kelestarian Sungai Citarum. 

"Tapi ternyata pengaruh dari rasa kebangsaan, hati nurani yang kurang, banyak pelalu usaha yang masih curi-curi di malam hari atau saat hujan atau di saat waktu-waktu tertentu mereka membuang limbahnya dan sudah beberapa kali temukan hal yang sama," ungkapnya. 

Menjaga keberlanjutan Sungai Citarum perlu dimulai dari kawasan hulunya. Semangat tersebut menjadi landasan pelaksanaan ESG Now Ground Talk dan Bebersih Leuweung 2026 yang digelar Republika di kawasan Situ Cisanti. Ksgiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian ESG Now Movement 2026 yang mendorong kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat aksi nyata bagi lingkungan dan pembangunan berkelanjutan. 

Mengangkat tema “Citarum Harum: Kolaborasi Membangun Ekosistem Sungai Berkelanjutan”, ESG Now Ground Talk menjadi forum dialog multipihak yang mempertemukan pemerintah, pelaku usaha, komunitas lingkungan, serta akademisi. Diskusi diarahkan untuk membangun perspektif bersama mengenai kondisi dan masa depan Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum sekaligus memperkuat komitmen menjaga kawasan hulu sebagai fondasi keberlanjutan ekosistem sungai. 

"Republika ingin mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama merawat kawasan hulu, menjaga kebersihan hutan, dan membangun kesadaran bahwa menjaga sungai pada akhirnya adalah menjaga kehidupan,” ujar Pemimpin Redaksi Republika Andi Muhyiddin. 

Ground Talk & Bebersih Leuweung yang juga dihadiri Gubernur Jawa Barat tahun ini terselenggara berkaj kerja sama Republika bersama Pemprov Jabar, Arta Graha, Triputra Agro Persada, Danone, Bank BJB, Rumah Zakat, PLN, Eiger, Rumah Wakaf, Perhutani, Lica Indonesia, Perum Jasa Tirta II serta Waste4Change. 

Berita Lainnya

Rekomendasi