REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG BARAT -- Dinas Perikanan dan Peternakan (Dispernakan) Kabupaten Bandung Barat mencanangkan sistem ketahanan pakan ternak. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi kesulitan mendapatkan pakan hijau-hijauan di musim kemarau panjang seperti tahun ini.
"Ke depan, kita perlu membangun sistem ketahanan pakan ternak, sehingga cadangan pakan sudah tersedia sebelum memasuki periode kemarau," kata Kepala Dispernakan Kabupaten Bandung Barat, Wiwin Aprianti saat dikonfirmasi, Ahad (27/9/2026).
Pihaknya juga mendorong peternak untuk mulai menyiapkan cadangan pakan dan tidak menunggu sampai kondisi hijauan benar-benar sulit diperoleh. Peternak dapat memanfaatkan sumber pakan lokal yang tersedia serta mengolahnya menjadi pakan awetan seperti silase atau hay.
Selain pakan, peternak juga perlu memastikan ketersediaan air minum yang cukup bagi ternak. Terutama pada periode dengan suhu lingkungan tinggi dan curah hujan rendah," katanya.
"Peternak juga perlu memastikan ketersediaan air minum yang cukup serta memantau kondisi tubuh dan produktivitas ternak. Apabila terjadi penurunan kondisi ternak atau kesulitan memperoleh pakan, peternak diimbau segera berkoordinasi dengan penyuluh atau petugas peternakan di wilayah masing-masing," imbuhnya.
Wiwin mengatakan, pihaknya sudah menerima laporan peternak yang mengalami kesulitan untuk memenuhi kebutuhan pakan ternak rumanansia di tengah kondisi puncak musim kemarau saat ini.