Selasa 29 Sep 2026 08:42 WIB

Rumah Mualaf di Kuningan Habis Terbakar, Alquran Ditemukan Tetap Utuh

Lembar-lembar Alquran seperti tidak tersentuh api.

Rep: Lilis Sri Handayani/ Red: Fitriyan Zamzami
Kondisi rumah mualaf yang terbakar di Desa Rambatan, Kecamatan Ciniru, Kabupaten Kuningan, pada Senin (28/9/2026).
Foto: Dok Mualaf Ikhlas Madani Indonesia
Kondisi rumah mualaf yang terbakar di Desa Rambatan, Kecamatan Ciniru, Kabupaten Kuningan, pada Senin (28/9/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, KUNINGAN – Sebuah Alquran ditemukan tetap utuh saat rumah milik seorang mualaf di Kabupaten Kuningan hangus terbakar. Kini, pemilik rumah membutuhkan uluran tangan untuk membantu membangun kembali rumahnya.

Pemilik rumah bernama Entin Kuswartini (56). Kobaran api meluluhlantakkan rumahnya yang terletak di Dusun Kliwon, RT 001 RW 001, Desa Rambatan, Kecamatan Ciniru, Kabupaten Kuningan, pada Senin (28/9/2026). 

Kebakaran itu bersumber dari tungku (hawu) yang digunakan untuk memasak air. Api kemudian merambat ke tumpukan kayu bakar dan barang lainnya hingga melalap bagian dinding rumah yang terbuat dari kayu.  

Tak hanya membakar bangunan rumah, api juga menghanguskan seluruh perabot yang ada di dalamnya. Meski demikian, Alquran yang ada di dalam rumah itu ditemukan tetap utuh. 

Berdasarkan video yang disampaikan Ketua Yayasan Mualaf Ikhlas Madani Indonesia Kabupaten Kuningan, Ade Supriadi, Alquran itu hanya terbakar pada bagian cover-nya saja. Sedangkan semua lembaran Alquran di dalamnya tak hangus sedikitpun, seperti tak tersentuh api. 

“Saya nggak bisa menahan air mata atas keagungan Allah SWT. Bukan hanya di Palestina, tapi di sini juga muallaf binaan kami yang Istiqomah membaca Alquran sehingga Alqurannya Allah lindungi dari api,” kata Ade kepada Republika, Selasa (29/9/2026). 

Penampakan Alquran yang utuh di tengah kebkaran di Dusun Kliwon, RT 001 RW 001, Desa Rambatan, Kecamatan Ciniru, Kabupaten Kuningan, pada Senin (28/9/2026).

Ade mengatakan, Entin merupakan mualaf yang semangat mempelajari ajaran Islam dan selalu istiqomah membaca Alquran. Bahkan malam sebelum kejadian, Entin diketahui membaca surat Sad ayat 17-20. 

“Qadarallah, surat terakhir yang dibaca Ibu Entin adalah surat Sad ayat 17-20, yang membahas tentang kesabaran dan ketaatan mengikuti perintah Allah. Subhanallah, seperti menunjukan bahwa ujian ini kasih dari-Nya,” tutur Ade. 

Ade pun berharap kepedulian dan uluran tangan untuk membantu Entin membangun kembali rumahnya. Selama ini, Entin bekerja serabutan untuk menghidupi dua orang putrinya yang cacat mental dan sudah dewasa. 

“Mari bantu support keluarga muallaf yang sedang terkena musibah kebakaran ini, mulai dari membahagiakan hatinya, mendoakanya, meneguhkan imannya dan membantunya dengan harta yang kita punya,” kata Ade. N lilis sri handayani

Berita Lainnya

Rekomendasi