Selasa 29 Sep 2026 13:31 WIB

Tinjau Revitalisasi Sekolah di Cirebon, Mendikdasmen: Prioritaskan Sekolah Rusak Berat

Pelaksanaan revitalisasi sekolah tersebut dilakukan melalui sistem swakelola.

Rep: Lilis Sri Handayani/ Red: Karta Raharja Ucu
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu
Foto: Lilis Sri Handayani/ Republika
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu

REPUBLIKA.CO.ID, CIREBON -- Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, mengatakan, program pembangunan dan revitalisasi sekolah dilaksanakan secara bertahap. Pemerintah memprioritaskan sekolah-sekolah yang mengalami kerusakan berat.

"Pembangunan ini bertahap, tidak bisa sekaligus. Kita prioritaskan sekolah yang rusak berat yang bisa kita berikan alokasi untuk tahun 2026," kata Abdul Mu'ti, saat meninjau langsung pembangunan SD Negeri 1 Kedungjaya, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon, Senin (28/9/2026).

Baca Juga

Dalam kunjungan tersebut, Abdul Mu'ti melihat progres pembangunan sekolah yang memperoleh bantuan senilai Rp 1,8 miliar itu. Bantuan tersebut digunakan untuk merevitalisasi sejumlah fasilitas pendidikan, mulai dari ruang kelas hingga toilet.

Abdul Mu'ti mengatakan, revitalisasi di SD Negeri 1 Kedungjaya mencakup 12 ruang kelas, dua ruang administrasi, satu perpustakaan, serta sembilan toilet. Sekolah tersebut mendapat bantuan revitalisasi tahun 2026.

"Alhamdulillah sekarang pembangunan sudah berjalan lancar. Memang baru 40 persen, tapi Insya Allah dalam waktu dua bulan lagi pembangunan sudah bisa selesai 100 persen," ujar Abdul Mu'ti.

Ia menjelaskan, SD Negeri 1 Kedungjaya merupakan hasil penggabungan atau merger dari dua sekolah dasar. Dengan adanya revitalisasi tersebut, diharapkan fasilitas pembelajaran menjadi lebih representatif sehingga dapat menunjang kegiatan belajar mengajar.

"Ini adalah penggabungan dari dua SD yang di-merger. Mudah-mudahan dengan revitalisasi ini sarana pembelajaran bisa lebih representatif dan lebih baik lagi," katanya.

Berita Lainnya

Rekomendasi