REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG — Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Barat melaporkan 65 kasus positif influenza A atau yang dikenal sebagai flu babi (H1N1) terdeteksi di 27 kabupaten dan kota. Setengah kasusnya berasal dari Kota Bandung.
"Tertinggi di Bandung 35 kasus, (sisanya) di beberapa kota dan kabupaten," ucap Kepala Dinkes Provinsi Jabar Vini Adiani Dewi saat dihubungi, Selasa (29/9/2026).
Ia mengatakan data tersebut diperoleh dari rumah sakit yang menangani kasus influenza. Vini menyebut bagi masyarakat yang terkena influenza atau sesak untuk segera berobat ke fasilitas kesehatan.
"Kalau ada yang sesak dan gejalanya bertambah berat silahkan berobat ke rumah sakit," kata dia.
Vini mengatakan masyarakat yang hendak bepergian beraktivitas untuk menggunakan masker mengantisipasi terkena flu. Ia pun mengimbau masyarakat tidak khawatir dengan terjadinya kenaikan kasus tersebut.
"Jangan khawatir, jangan panik berlebihan," kata dia.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat adanya peningkatan aktivitas influenza di Indonesia dan kawasan Asia Tenggara. Tapi, Kemenkes menyatakan situasi belum mengkhawatirkan. Kemenkes merujuk hasil surveilans hingga pekan ke-38 tahun 2026.
Dari data itu kondisi peningkatan influenza tersebut masih berada dalam rentang medium. "Memang ada kenaikan kasus influenza, khususnya di Indonesia dan Asia Tenggara. Tetapi berdasarkan data surveilans yang kita miliki, kondisinya masih dalam rentang medium," kata Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin dalam keterangan pers di Jakarta pada Selasa (29/9/2026).
Di Indonesia, hasil surveilans sentinel menunjukkan positivity rate influenza sebesar 56 persen pada pekan ke-38. Pada surveilans di puskesmas, aktivitas influenza telah berada pada kategori sedang (medium). Sedangkan pada surveilans rumah sakit masih berada pada kategori rendah (low).