Selasa 29 Sep 2026 20:43 WIB

WNA Dirampok Modus Pecah Ban Mobil di Karawang, Pelaku Bawa Kabur Rp1,3 Miliar

Korban ditipu ban mobil yang ditumpangi kempes lalu setelah berhenti korban memecahka

Rep: M. Fauzi Ridwan/ Red: Karta Raharja Ucu
WNA dirampok di Jalan Raya Dawuan Kalihurip, Cikampek, Kabupaten Karawang, Senin (28/9/2026). Korban kehilangan Rp1,3 miliar.
Foto: Republika/Daan Yahya
WNA dirampok di Jalan Raya Dawuan Kalihurip, Cikampek, Kabupaten Karawang, Senin (28/9/2026). Korban kehilangan Rp1,3 miliar.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Satu unit mobil yang ditumpangi dua warga negara asing (WNA) dirampok dengan modus pecah kaca-ban kempes di Jalan Raya Dawuan Kalihurip, Cikampek, Kabupaten Karawang, Senin (28/9/2026). Akibatnya, uang tunai perusahaan Rp 1,3 miliar yang tengah dibawa raib.

Kasat Reskrim Polresta Karawang Kompol Ali Jupri, membenarkan peristiwa itu. Ia menyebut perampokan berawal dari dua WNA dan satu orang rekannya hendak ke kantor usai mengambil uang tunai perusahaan Rp 1,9 miliar dari bank swasta di Cikampek.

Ia menuturkan uang tersebut disimpan dalam dua tas terdiri dari Rp 600 juta dan Rp 1,3 miliar. Saat hendak masuk ke gerbang tol Kalihurip, Ali Jupri mengatakan dua orang tidak dikenal menggunakan sepeda motor menghampiri mobil dan memberitahu ban bagian belakang kempes.

Tanpa menaruh curiga, ia mengatakan ketiga korban memberhentikan mobil untuk mengecek ban bagian belakang. Saat korban lengah, ia mengatakan pelaku memecahkan kaca mobil bagian kanan dan mengambil tas senilai Rp 1,3 miliar.

"Pelaku diindikasikan menggunakan motor Satria FU yang memecahkan kaca, dan langsung membawa tas milik korban," kata dia.

Ali menduga para pelaku merupakan sindikat yang terdiri dari empat orang atau lebih, dan telah membuntuti korban sejak dari bank. "Pelaku kami perkirakan bisa jadi tiga sampai empat orang. Ada yang memantau situasi di bank, ada yang sebagai pemutus," kata dia.

Ia mengatakan kepolisian tengah mendalami kasus tersebut setelah menerima laporan pengaduan dari korban. Dua orang saksi pun telah dimintai keterangan termasuk melakukan olah TKP.

"Kami sedang menyelusuri dari mana mulai korban berangkat dan sampai dengan di mana terjadinya tidak berangkat tersebut," ucap Ali.

Berita Lainnya

Rekomendasi