Rabu 30 Sep 2026 09:52 WIB

Guru di Subang yang Rekam Bagian Sensitif Rok Siswi Dipecat

Viral guru terekam sedang merekam bagian sensitif siswi menggunakan kamera gawai.

Rep: M. Fauzi Ridwan/ Red: Mas Alamil Huda
Aksi menentang pelecehan seksual. (ilustrasi)
Foto: Antara/Reno Esnir
Aksi menentang pelecehan seksual. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG - Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Subang, Jawa Barat mengungkapkan akan memecat oknum guru berstatus guru paruh waktu yang merekam dalaman rok siswi di lingkungan SMPN 2 Pagaden pekan kemarin. Penertiban surat pemberhentian terhadap pelaku yang merupakan guru Bahasa Indonesia akan dikeluarkan hari ini, Rabu (30/9/2026).

Kepala Disdik Kabupaten Subang Heri Sopandi mengatakan, dinas telah mengambil langkah atas berita viral oknum guru merekam dalaman rok siswi di SMPN 2 Pagaden sebelum Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi merespons masalah itu. Ia mengaku telah memanggil kepala sekolah dan guru terduga pelaku.

Baca Juga

"Prinsipnya Disdik menjalankan kode etik dari seorang profesional akan diambil langkah pemberhentian untuk guru tersebut. Dipecat," ucap dia, Rabu (30/9/2026).

Ia mengatakan, pelaku berstatus guru paruh waktu. Langkah pemecatan dilakukan mengingat agar terdapat efek jera. "Tinggal menunggu mengeluarkan SK dinas pendidikan tapi harus berdasar mulai dari sekolah, dampak terhadap sekolah bisa diterbitkan," kata dia.

Sebelumnya, seorang oknum guru SMP 2 Pagaden, Kabupaten Subang terekam tengah merekam bagian sensitif siswi menggunakan kamera gawai. Dalam rekaman terlihat guru tengah jongkok sambil berbicara dengan siswi yang berdiri dengan tangan memegang handphone merekam bagian sensitif siswi.

Rekaman video tersebut viral di media sosial dan mendapatkan perhatian serius dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Dalam keterangannya, Dedi Mulyadi yang akrab disapa KDM mengaku sudah mengecek terhadap peristiwa yang terjadi tersebut.

"Saya sudah melakukan pengecekan terhadap peristiwa tersebut. Peristiwa ini dialami oleh siswa SMA 1 Pagaden dan pelakunya adalah oknum guru di SMP 2 Pagaden," ucap dia dikutip, Selasa (29/9/2026).

 

Berita Lainnya

Rekomendasi