Rabu 30 Sep 2026 14:31 WIB

Pembangunan Data Center AI di Jatiluhur Purwakarta Disetop karena Amdal dan PBG Belum Rampung

Pemprov Jabar melakukan pengawasan dan koordinasi.

Rep: Muhammad Fauzi Ridwan/ Red: Karta Raharja Ucu
Artificial Intelligence (AI) (ilustrasi)
Foto: www.freepik.com
Artificial Intelligence (AI) (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Pembangunan pusat data berbasis artificial intelligence (AI) di kawasan waduk Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat dihentikan sementara. Penyebabnya karena persyaratan analisis dampak lingkungan (amdal) dan persetujuan Bangunan gedung (PBG) belum rampung alias masih dalam proses.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Jawa Barat, Adi Komar mengatakan Pemprov Jabar mendukung investasi dan pembangunan pusat data. Namun, tetap harus dibarengi pemenuhan seluruh ketentuan yang berlaku.

Baca Juga

"Tentunya Pemprov Jabar mendukung pembangunan yang ada. Namun, ada beberapa hal yang kita juga concern terhadap kaidah-kaidah dan pemenuhan ketentuan yang berlaku karena ini kan skalanya cukup besar ya," ucap Adi dikutip Rabu (30/9/2026).

Ia mengatakan kewenangan perizinan pembangunan pusat data tersebut di Pemkab Purwakarta. Sedangkan Pemprov Jabar melakukan pengawasan dan koordinasi.

"Amdal dan PBG itu dikeluarkan izinnya oleh Kabupaten Purwakarta. Amdal, ternyata memang masih dalam proses," kata dia.

Karena itu, pembangunan proyek tersebut dihentikan sementara waktu. Ia meminta perusahaan yang akan membangun data center patuh memenuhi persyaratan yang ada.

"Pengerjaan proyeknya kemarin dihentikan dulu. Dihentikan dulu sementara ya sambil diproses," kata dia.

Adi menjelaskan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menekankan semua pihak bekerja cepat dan tidak memperlambat mengeluarkan izin. Pihaknya juga menampung kekhawatiran masyarakat yang menyebut pusat data tersebut akan menyedot air dengan skala yang besar.

"Pak Gubernur mengecek langsung dan memastikan bahwa pembangunan data center itu tidak mengganggu kaidah-kaidah ya yang sudah diatur, termasuk layanan-layanan publik lainnya, salah satunya adalah ketersediaan air," kata dia.

Adi mengatakan keberadaannya nanti diklaim tidak akan mengganggu suplai air untuk kebutuhan masyarakat maupun area pertanian yang selama ini mengandalkan air dari Waduk Jatiluhur.

Berita Lainnya

Rekomendasi