REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Pembangunan proyek pusat data kecerdasan buatan (AI) di kawasan Waduk Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, dihentikan sementara karena persyaratan analisis dampak lingkungan (amdal) dan persetujuan Bangunan Gedung (PBG) belum diproses. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi pun meminta proyek data center tak mengganggu pasokan air untuk petani.
Gubernur yang akrab disapa KDM itu meminta proyek pembangunan pusat data AI tidak dimulai sebelum ada dokumen Amdal dan PBG. Ketiadaan dua dokumen tersebut berpotensi menimbulkan masalah dalam pembangunan proyek.
KDM meminta kepada konsultan untuk segera menyerahkan persyaratan yang dibutuhkan agar Amdal dan PBG pembangunan pusat data AI dikeluarkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purwakarta. "PBG dan AMDAL belum keluar. Jangan dulu berjalan proyeknya. Berhentikan dulu pembangunannya," kata KDM dikutip Kamis (1/10/9/2026).
Ia melanjutkan pihaknya meminta konsultan membuka kajian analisis proyek tersebut kepada masyarakat, terutama terkait potensi kebisingan dan penggunaan air Waduk Jatiluhur. Ia pun meminta konsultan memastikan keberadaan pusat data AI tidak mengganggu pemanfaatan air Waduk Jatiluhur bagi petani.
"Keberadaan pusat data AI tidak menganggu pemanfaatan air waduk Jatiluhur bagi petani," kata mantan bupati Purwakarta ini.
Pusat data AI yang berada di lahan seluas 8.000 meter itu mulai dibangun sejak 22 September 2026. Proyek tersebut akan memiliki kapasitas daya listrik hingga 640 Megawatt (MW).
Sebelumnya, muncul kekhawatiran keberadaan pusat data AI dapat menganggu pasokan air di Waduk Jatiluhur termasuk pasokan untuk para petani.