REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat melaporkan 668,25 hektar hutan dan lahan mengalami kebakaran di Jawa Barat terhitung hingga Rabu (30/9/2026). Terbesar di 276 desa atau kelurahan, di 165 kecamatan, dengan total 404 kejadian.
"Luas lahan terbakar mencapai 668,25 hektar," ucap Pranata Humas Ahli BPBD Jawa Barat Hadi Rahmat, Kamis (1/10/2026).
Ia menuturkan Kabupaten Sumedang menempati urutan tertinggi kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebanyak 75 kejadian, disusul Kabupaten Cianjur 55 kejadian. Kabupaten Ciamis 46 kejadian, Kabupaten Subang 34 kejadian.
Kabupaten Bandung 28 kejadian, Kabupaten Majalengka 27 kejadian, Kabupaten Sukabumi 21 kejadian, serta Kabupaten Purwakarta dengan 20 kejadian. Wilayah lain yang turut melaporkan kejadian meliputi Kabupaten Kuningan sebanyak 17 kejadian, Kabupaten Garut sebanyak 15 kejadian, Kabupaten Bogor sebanyak 14 kejadian.
Kabupaten Cirebon 12 kejadian, Kabupaten Karawang 10 kejadian, Kabupaten Pangandaran 9 kejadian, Kota Sukabumi 7 kejadian, Kota Bandung sebanyak 5 kejadian, Kabupaten Bandung Barat sebanyak 4 kejadian, Kota Depok sebanyak 2 kejadian, serta Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Indramayu, dan Kota Cimahi yang masing-masing tercatat sebanyak 1 kejadian.
Selain itu, akibat musim kemarau kekeringan terjadi di 781 desa atau kelurahan di 259 kecamatan, dengan total 361.256 kepala keluarga dan 1.196.815 jiwa. Total distribusi air bersih mencapai 34.219.250 liter.