Rabu 07 Oct 2026 11:55 WIB

Pakar UPI Nilai, Listrik Berperan Penting Dorong Ekonomi Daerah

Akses listrik merupakan fondasi bagi masyarakat dan pelaku usaha.

Pakar Kebijakan Publik Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Cecep Darmawan menilai listrik memiliki peran penting dalam mendorong produktivitas dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Foto: UPI
Pakar Kebijakan Publik Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Cecep Darmawan menilai listrik memiliki peran penting dalam mendorong produktivitas dan pertumbuhan ekonomi daerah.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Pakar Kebijakan Publik Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Cecep Darmawan menilai listrik memiliki peran penting dalam mendorong produktivitas dan pertumbuhan ekonomi daerah.

“Ketersediaan listrik yang andal mendukung aktivitas masyarakat dan dunia usaha, sementara pendekatan relation business dapat membantu memastikan layanan kelistrikan semakin sesuai dengan kebutuhan pelanggan dan karakteristik setiap wilayah. Keberhasilan elektrifikasi tidak bisa hanya dilihat dari jumlah sambungan listrik,” ujar Cecep.

Baca Juga

Menurutnya, keberhasilan penyediaan listrik tidak cukup dilihat dari bertambahnya jumlah sambungan, tetapi juga dari sejauh mana listrik dapat dimanfaatkan untuk kegiatan produktif masyarakat dan dunia usaha.

Cecep mengatakan, akses listrik merupakan fondasi bagi masyarakat dan pelaku usaha untuk menjalankan berbagai kegiatan produktif. Ketika listrik tersedia secara andal, masyarakat memiliki kesempatan lebih besar untuk memanfaatkan teknologi dan peralatan yang dapat meningkatkan produktivitas.

Manfaat tersebut, menurut Cecep, dapat terlihat pada berbagai sektor, mulai dari kegiatan usaha, pendidikan, hingga aktivitas ekonomi masyarakat. Untuk itu, kata dia, listrik perlu dilihat tidak hanya sebagai kebutuhan dasar, tetapi juga sebagai bagian dari infrastruktur yang memungkinkan terciptanya nilai tambah. “Listrik harus memberikan efek berganda bagi masyarakat,” katanya.

Pada sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), misalnya, listrik memungkinkan penggunaan mesin produksi, peralatan digital, hingga perangkat penyimpanan yang dapat meningkatkan kapasitas dan efisiensi usaha.

Di sektor pertanian, listrik dapat dimanfaatkan untuk irigasi, pengolahan pascapanen, dan penyimpanan hasil produksi. Sementara pada usaha makanan, listrik mendukung penggunaan mesin pendingin dan berbagai peralatan produksi untuk menjaga kualitas produk, memperpanjang masa simpan, serta meningkatkan kapasitas usaha.

Menurut Cecep, kebutuhan tersebut membuat layanan kelistrikan perlu melihat karakteristik pelanggan dan aktivitas ekonomi di masing-masing wilayah. Kebutuhan energi kawasan industri tentu berbeda dengan sentra UMKM, kawasan pertanian, maupun pusat perdagangan.

Konteks tersebut relevan bagi Jawa Barat yang memiliki aktivitas ekonomi beragam, mulai dari industri manufaktur dan kawasan perdagangan hingga UMKM dan sektor berbasis teknologi. Perbedaan karakter ekonomi tersebut turut membentuk kebutuhan kelistrikan yang berbeda di setiap wilayah.

Dalam konteks pelanggan dengan kebutuhan daya besar, dukungan PLN UID Jawa Barat terlihat antara lain pada penyediaan listrik sebesar 250 MVA kepada PT Indah Kiat Pulp & Paper (IKPP) di Karawang untuk mendukung ekspansi industri.

Pemenuhan kebutuhan energi, kata Cecep, disesuaikan dengan karakter kegiatan ekonomi dapat membantu memastikan listrik memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Ketika listrik dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kapasitas produksi, penggunaan teknologi, dan efisiensi usaha, manfaatnya tidak berhenti pada pelanggan. Aktivitas ekonomi yang meningkat juga dapat mendorong kebutuhan tenaga kerja, rantai pasok, dan berbagai kegiatan usaha pendukung.

Dengan demikian, listrik dapat menjadi bagian dari ekosistem produktivitas yang mendorong perkembangan usaha dan menciptakan nilai tambah bagi masyarakat serta perekonomian daerah.

Berita Lainnya

Rekomendasi