Rabu 21 Oct 2026 18:30 WIB

Mahasiswa ITB Kembangkan AI untuk Daur Ulang Sampah

Tiga prototipe AI menyasar persoalan nyata di sektor industri.

Rep: M. Fauzi Ridwan/ Red: Satria K Yudha
Kegiatan pengembangan dan pengenalan teknologi kecerdasan buatan dalam RTX AI PC Day di Institut Teknologi Bandung (ITB), Bandung.
Foto: M Fauzi Ridwan/Republika
Kegiatan pengembangan dan pengenalan teknologi kecerdasan buatan dalam RTX AI PC Day di Institut Teknologi Bandung (ITB), Bandung.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Tiga mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) mengembangkan prototipe berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) untuk menjawab tantangan di sektor industri, mulai dari daur ulang sampah, keselamatan pekerja, hingga logistik. Teknologi tersebut dirancang untuk mendeteksi kontaminan dalam proses daur ulang kertas, memantau risiko ergonomi pekerja, serta mengantisipasi gangguan suhu dalam distribusi barang berpendingin.

Ketiga proyek tersebut memanfaatkan teknologi komputasi untuk mengembangkan model AI yang dapat diterapkan pada kebutuhan industri. Pengembangan dilakukan menggunakan laptop ASUS ROG Strix G16 yang dilengkapi NVIDIA GeForce RTX 5070 Laptop GPU untuk mempercepat pelatihan model dan pengujian sistem.

Baca Juga

Mahasiswa Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI) ITB Izhar Alif Akbar mengembangkan REBA.ai, sistem berbasis computer vision yang memanfaatkan rekaman CCTV untuk memantau risiko ergonomi pekerja di lingkungan pabrik. Teknologi tersebut dirancang untuk menilai postur tubuh pekerja berdasarkan standar Rapid Entire Body Assessment (REBA).

Melalui sistem ini, potensi risiko akibat posisi kerja dapat dipantau secara berkelanjutan. Meski menggunakan AI untuk melakukan analisis, keputusan akhir terkait keselamatan pekerja tetap berada di tangan pengawas manusia.

Dalam proses pengembangannya, akselerasi GPU membantu mempercepat pelatihan model dan eksperimen machine learning. Waktu pemrosesan yang lebih singkat memungkinkan pengembang melakukan lebih banyak pengujian untuk menyempurnakan kemampuan sistem.

Sementara itu, mahasiswa ITB Tsabita Khoirunnisa mengembangkan ColdTrack AI untuk membantu pengelolaan rantai dingin atau cold chain dalam sektor logistik. Sistem tersebut menggunakan data telemetri truk berpendingin untuk memperkirakan perubahan suhu muatan dan mendeteksi potensi gangguan selama pengiriman.

ColdTrack AI juga dirancang untuk menghitung estimasi waktu sebelum suhu muatan melampaui batas aman. Berdasarkan hasil analisis tersebut, sistem menghasilkan indeks risiko kargo, menentukan status keamanan muatan, serta memberikan rekomendasi tindakan sesuai tingkat risiko.

Di sektor pengelolaan sampah, Muhammad Taufiq Al Fikri mengembangkan RecycledFiberAI untuk membantu proses daur ulang kertas. Prototipe berbasis computer vision tersebut dirancang untuk mendeteksi dan memetakan kontaminan, seperti plastik dan logam, dalam aliran material kertas daur ulang secara real-time.

Teknologi tersebut diharapkan dapat membantu proses identifikasi kontaminan sehingga pengolahan material daur ulang menjadi lebih efektif. Pengembangan model AI juga memanfaatkan akselerasi GPU untuk mendukung pemrosesan data visual.

Country Consumer Business Lead NVIDIA Indonesia Adrian Lesmono mengatakan, pemanfaatan teknologi komputasi AI dapat membantu mahasiswa mengembangkan solusi untuk persoalan industri. Dukungan perangkat komputasi memungkinkan proses eksperimen dan pengembangan model dilakukan secara lebih efisien.

"NVIDIA berperan sebagai katalisator yang menjembatani dunia industri dan pendidikan untuk mempercepat inovasi AI," ujar Adrian saat berada di ITB, belum lama ini.

Menurut Adrian, penguasaan AI perlu disertai pemahaman terhadap persoalan yang ingin diselesaikan. Teknologi tersebut bukan pengganti kemampuan manusia, melainkan sarana untuk mengembangkan solusi berdasarkan pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki.

"Melalui dukungan teknologi dan akses terhadap komputasi AI, NVIDIA mendorong mahasiswa untuk bereksperimen, mengembangkan keterampilan, dan bertransformasi dari pengguna menjadi pencipta solusi AI," katanya.

Adrian menambahkan, pengembangan keterampilan AI menjadi penting agar mahasiswa tidak hanya menggunakan teknologi yang tersedia, tetapi juga mampu membangun sistem sesuai kebutuhan masyarakat dan dunia usaha.

"Kami ingin mendorong lebih banyak mahasiswa menjadi AI builder yang mampu menghasilkan inovasi relevan bagi masyarakat dan industri," katanya.

Pengembangan ketiga prototipe tersebut berkaitan dengan kegiatan RTX AI PC Day yang diselenggarakan NVIDIA bersama ITB dan sejumlah mitra produsen komputer. Kegiatan ini melibatkan ASUS, Acer, Axioo, Colorful, Gainward, GIGABYTE, Lenovo, MSI, dan Palit untuk memperkenalkan pemanfaatan komputasi AI kepada mahasiswa.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa memperoleh kesempatan mengeksplorasi penerapan AI pada berbagai persoalan industri. Ketiga proyek yang dikembangkan menunjukkan potensi penggunaan teknologi tersebut dalam mendukung keselamatan kerja, pengelolaan logistik, dan proses daur ulang material.

Berita Lainnya
Terpopuler

Rekomendasi