Senin 06 Mar 2023 15:54 WIB

Panen Perdana Bawang Merah, Sukabumi Didorong Jadi Sentra Penghasil Bawang

Hasil panen bawang merah mencapai 700 kg hingga 1 ton per hektare.

Rep: Riga Nurul Iman / Red: Agus Yulianto
Panen perdana bawang merah digelar di Kelompok Tani Tentram Kelurahan Limusnunggal, Kecamatan Cibeureum, Kota Sukabumi, Senin (6/3/2023).
Foto: Republika/Riga Nurul Iman
Panen perdana bawang merah digelar di Kelompok Tani Tentram Kelurahan Limusnunggal, Kecamatan Cibeureum, Kota Sukabumi, Senin (6/3/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI -- Petani di Kota Sukabumi mulai memanen bawang merah yang benihnya berasal dari bantuan Kementerian Pertanian (Kementan). Hasil panen petani ini cukup baik mencapai 700 kilogram hingga satu ton per hektarenya.

Panen perdana bawang merah ini digelar di Kelompok Tani Tentram Kelurahan Limusnunggal, Kecamatan Cibeureum, Senin (6/3/2023). Panen komoditas bawang merah ini sebagai bagian mendukung ketahanan pangan dan mencegah inflasi.

''Alhamdilllah bisa panen maksimal,'' ujar Ketua Kelompok Tani Tentram Limusnunggal Sukabumi, Suryana. 

Dia mengatakan, dari bantuan benih sekitar 100 kilogram, bisa menghasilkan panen bawang sekitar tujuh kuintal hingga satu ton. Hasil panen ini, akan disalurkan ke pasar. 

 

"Saat ini harga bawang cukup lumayan sebesar Rp 20 ribu per kilogramnya," ujar dia.

Petugas Penyuluh Pertanian, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Sukabumi Hendra S menambahkan, dipilihnya Kecamatan Cibeureum sebagai lokasi tanam bawang merah dikarenakan berbagai pertimbangan. ''Di antaranya nawang komoditas strategis yang mempengaruhi inflasi dan Sukabumi cocok terutama di Cibeureum,'' kata dia.

Potensi hasil panen juga, kata Suryana, sama dengan sentra bawang di Brebes, Jawa Tengah. Sehingga, ke depan akan terus digencarkan penanamannya.

Kepala DKP3 Kota Sukabumi Adrian Hariadi menambahkan, program tanam dan panen bawang merah ini yang pertama di Kota Sukabumi khususnya di Kecamatan Cibeureum. Kata dia, ada bantuan Kementan sebanyak 10 ton dengan luas lahan 10 hektare untuk 8 kelompok tani.

Menurut Adrian, momen ini dalam meningkatkan kesejahteraan petani dengan memanfaatkan lahan tidak termanfaatkan. Targetnya lahan ditanam bawang merah bisa meningkatkan taraf kesejahteraan.

Dengan dibimbing oleh penyuluh pertanian, dia berharap, ke depan petani bisa mandiri dalam menanam bawang. Hal ini akan menguntungkan para petani.

''Pascapandemi, pemda bergerak dengan cepat dalam pemulihan ekonomi dan fokus ketahanan pangan,'' ujar Wali Kota Sukabumi, Achmad Fahmi yang ikut juga dalam panen bawang. 

Fahmi mengatakan, Kementerian Pertanian memberikan bantuan benih bawang merah agar menjaga ketersediaan pangan. Di sisi lain, pemkot tidak ingin alih fungsi lahan pertanian. 

''Ketahanan pangan jauh lebih utama dan lipatkan kuantitas dan kualitas,'' kata wali kota.

Yuk gabung diskusi sepak bola di sini ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement