Kamis 20 Apr 2023 13:46 WIB

Harga Sembako di Jabar Relatif Stabil, tapi Jengkol Naik 150 Persen

Komoditi bahan pokok yang alami kenaikan harga, tidak sampai menimbulkan kepanikan.

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Agus Yulianto
Warga menumbuk buah jengkol agar menjadi kerupuk, di Korong Jambak, Nagari Kasang, Kabupaten Padangpariaman, Sumatera Barat, Jumat (21/10/2022). Kerupuk jengkol yang diproduksi oleh warga dalam skala industri rumahan tersebut dijual Rp100 ribu per kilogram untuk kualitas terbaik.
Foto: ANTARA/Iggoy el Fitra
Warga menumbuk buah jengkol agar menjadi kerupuk, di Korong Jambak, Nagari Kasang, Kabupaten Padangpariaman, Sumatera Barat, Jumat (21/10/2022). Kerupuk jengkol yang diproduksi oleh warga dalam skala industri rumahan tersebut dijual Rp100 ribu per kilogram untuk kualitas terbaik.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Beberapa hari menjelang lebaran, harga komoditas kebutuhan bahan pokok di masyarakat terutama di pasar-pasar di seluruh Jawa Barat relatif stabil. Kalaupun ada kenaikan, masih dianggap wajar karena menjelang hari besar agama seperti Idul Fitri biasanya tingkat kebutuhan masyarakat meningkat.

Berdasarkan pantauan Republika di sejumlah pasar di Kota Bandung, beberapa komoditas memang mengalami kenaikan. Dari pantauan harga di Pasar Ujung Berung Kota Bandung, komoditas yang mengalami kenaikan di antaranya harga daging sapi mencapai Rp 160 ribu per kg padahal di hari biasa rata-rata Rp 130 hingga Rp 140 ribu.

Harga kentang, dari biasanya Rp 15 ribu menjadi Rp 22 ribu per Kg. Daging ayam dari Rp 34 ribu menjadi Rp 38 ribu per kg. 

 

 

photo
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil melihat komoditas hortikultura saat acara pelepasan ekspor perdana produk pesantren One Pesantren One Product (OPOP) ke Dubai di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung. (REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA)

 

Kenaikan mencolok justru terlihat pada harga jengkol. Biasanya, per Kg hanya 20 ribu sekarang menjadi Rp 50 ribu per Kg.

Namun, menurut Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, komoditi bahan pokok yang mengalami kenaikan harga tidak sampai menimbulkan kepanikan. Karena, stok pun masih bisa terjaga. 

“Kita lakukan beberapa strategi dalam upaya pengendalian jelang lebaran ini, diantaranya Operasi Pasar di sejumlah pasar di Jawa Barat, Paket sembako bersubsidi untuk keluarga tak mampu, juga subsidi transportasi, karena biasanya harga komoditas mahalnya di logistrik,” ujar Gubernur Ridwan Kamil yang akrab disapa Emil disela operasi pasar beberapa waktu lalu. 

Emil mengatakan, untuk tahun ini  pihaknya optimis sampai lebaran nanti masyarakat bisa menikmati harga-harga kebutuhan bahan pokok yang terjangkau. “Sambil kita akan terus pantau, jika ada bahan pokok yang mengalami lonjakan harga juga ketersediaan sampai langka maka melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan akan lakukan antisipasi penetrasi yang sekiranya diperlukan,” katanya. 

Sementara itu, dari Operasi Pasar Murah Bersubsidi yang terakhir digelar di Kantor Kecamatan Sumur Bandung Kota Bandung, Senin (17/4), secara keseluruhan pelaksanaannya sudah merata hingga 27 kota/kabupaten se-Jawa Barat. Sebanyak 125.549 keluarga kurang mampu disubsidi Pemprov Jabar dengan total subsidi mencapai Rp10 miliar 

Menurut Kepala Disperindag Provinsi Jawa Barat Noneng Komara Nengsih mengatakan, dari total harga paket sembako Rp160 ribu, warga cukup membayar paket sembako Rp85 ribu per paket.

“Kita jual dengan harga setengah dari harga umum di pasaran dan alhamdulillah di lapangan  biasanya menjelang Idul Fitri itu agak naik, sekarang ini ada penurunan. Walaupun ada beberapa juga yang naik tapi tidak sampai menimbulkan kepanikan dan masih terjangkau,” papar Noneng. 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement