Sabtu 08 Jul 2023 14:13 WIB

Alumni ITB Ini Ingin Bantu Produk UMKM Naik Kelas dengan Berbagi Pengalaman

Produk UMKM perlu dibantu untuk dipasarkan di era digital. 

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Agus Yulianto
Alumni ITB yang juga Fotografer profesional asal Kota Bandung, Michael Tanera saat berbagi ilmu fotografi.
Foto: dok. Republika
Alumni ITB yang juga Fotografer profesional asal Kota Bandung, Michael Tanera saat berbagi ilmu fotografi.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Mengombinasikan high speed photography dalam product photography, dapat membuat hasil foto yang lebih menarik bagi konsumen.

Menurut Alumni ITB yang juga Fotografer profesional asal Kota Bandung, Michael Tanera, dalam dunia advertising membutuhkan high speed photography. Selain itu, perlu melakukan post production, dalam hal ini digital imaging.

"Umumnya saya menggunakan perangkat lunak Adobe Photoshop dan Adobe Lightroom. Oleh karena itu, saya pun mengikuti pelatihan adobe photoshop dan lightroom secara terpisah untuk menyempurnakan hasil foto saya," ujar Michael kepada wartawan di Bandung, Sabtu (8/7/2023)

Michael mengungkapkan, keinginanannya untuk membantu UMKM naik kelas saat dirinya berbagi pengalaman dengan salah satu owner brand batik di Indonesia. 

Menurutnya, owner tersebut bercerita bahwa produk UMKM perlu dibantu untuk dipasarkan di era digital. Apalagi saat pandemi melanda dimana mayoritas UMKM tidak dapat menjual barang–barangnya. Karena, pembatasan aktifitas, baik saat produksi maupun saat berdagang.

"Banyak cerita dari owner brand batik tersebut yang membuat saya sadar bahwa jika bukan kita yang membantu, siapa lagi, sementara mereka memiliki keluarga di rumahnya yang membutuhkan biaya untuk kelangsungan hidupnya," katanya 

Michael pun ingin bisa menjangkau dan memberikan edukasi, terlebih di bidang photography, bahwa visual dari brand mereka merupakan hal pertama yang dapat menarik hati customer untuk membeli, seperti apa yang saya lakukan dulu saat di Taiwan, sambung Michael.

"Ke depannya saya bersama teman saya, 

Gloria Imanuella sedang membangun studio foto yaitu Berjiwa Studio di daerah Sukaresmi, Bandung yang kemudian akan diperuntukan memperbanyak slot photo untuk melayani client secara private," katanya. 

Selain itu, kata dia, pada prakteknya harus menguasahi fitur-fitur yang tersedia pada kamera dengan terus bereksperimen dan berekplorasi dengan diafragma, light meter, depth of field, sensor dan field, ISO, Autofocus, pencahayaan dan berkolaborasi dengan alat atau aksesoris lainnya. Ini dilakukan, untuk menghasilkan gambar yang maksimal atau out of the box.

Menurutnya, berbeda dari moment photography, seperti prewedding, couple session, wedding, pada saat product photography yang menitikberatkan pada kejelasan dan keaslian produk, kerapihan, dan ketajaman hasil. Sehingga, dapat dilihat jelas oleh para calon customer.

Sebagai seorang fotografer, klaim profesional akan disematkan pada seseorang bila menghasilkan karya foto yang spektakuler. "Namun sesungguhnya, dibalik itu bagaimana seorang fotografer dapat mengasah kemampuannya untuk dapat memperoleh pengetahuan dan dapat melayani konsumen tanpa komplain," katanya.

Alumni ITB ini juga mengaku, memiliki tantangan tersendiri saat menciptakan karya foto yang unik, berkualitas, memberi inspirasi dan selalu tidak berhenti bereksperimen serta tidak berhenti berinovasi. 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement