Rabu 30 Aug 2023 20:14 WIB

Masjid di Tasikmalaya Diduga Dirusak Pemuda Mabuk

Tangan pelaku terluka, diduga memukul kaca jendela masjid hingga pecah.

Rep: Bayu Adji P/ Red: Agus Yulianto
Warga menunjukkan bagian kaca jendela Masjid Jami Al Hidayah di Kelurahan Panglayungan, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya, yang diduga dirusak oleh pemuda mabuk, Rabu (30/8/2023).
Foto: Republika/Bayu Adji P.
Warga menunjukkan bagian kaca jendela Masjid Jami Al Hidayah di Kelurahan Panglayungan, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya, yang diduga dirusak oleh pemuda mabuk, Rabu (30/8/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, TASIKMALAYA -- Masjid Jami Al Hidayah di RT 02/10 Kelurahan Panglayungan, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya, dilaporkan menjadi sasaran aksi perusakan. Pelaku aksi perusakan diduga merupakan pemuda sekitar yang sedang mabuk.

Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Jami Al Hidayah, Solihat Kamal Jayadi, mengaku, mendapatkan laporan kondisi masjid ditemukan dalam keadaan rusak bagian kaca jendelanya pada Senin (28/8/2023) malam. Usai menerima laporan, ia langsung mendatangi masjid untuk melihat bagian yang rusak.

"Saya merapat ke TKP, masih dibersihkan. Saya langsung laporan ke DMI," kata dia, Rabu (30/8/2023).

Selain membuat laporan, ia pun meminta, para warga mengumpulkan informasi terkait aksi perusakan tersebut. Setelah didalami warga, didapat petunjuk yang mengarah kepada diduga pelaku, seorang pemuda berinisial H. Petunjuk itu didapati setelah warga mengetahui tangan pelaku terluka, diduga untuk memukul kaca jendela masjid hingga pecah.

 

Menurut Solihat, terduga pelaku itu akhirnya dapat dibawa ke Masjid Jami Al Hidayah oleh warga pada Selasa (29/8/2023). Saat itu, ada juga petugas Babinsa dan Bhabinkmtibmas yang ikut melakukan interogasi kepada terduga pelaku.

"Saat itu dia mengakui perbuatannya dan meminta maaf. Katanya dia spontan karena sedang tidak sadar. Sedang mabuk," kata Solihat.

Setelah itu, terduga pelaku kemudian diminta membawa KTP. Saat sedang diantar oleh warga ke rumahnya, terduga pelaku kabur menggunakan motor bibinya. "Sampai sekarang belum diketahui," kata Solihat. 

Menurut dia, terduga pelaku dikenal sebagai pemuda yang kerap meresahkan di lingkungan sekitar. Sebelumnya, pemuda itu disebut pernah terlibat masalah pemukulan. Selain itu, pemuda itu juga diduga pernah terlibat kasus narkoba. 

Atas kejadian itu, pihaknya meminta pertanggungjawaban kepada pihak keluarga. Selain itu, terduga pelaku juga harus dibina agar tidak kembali meresahkan di lingkungan sekitar. 

"Saya tidak terima, masjid sedang diperbaiki (direnovasi) malah dirusak. Itu kan buat sementara melaksanakan ibadah yang tersedia," ujar Solihat. 

Berdasarkan pantauan Republika, kaca jendela yang dirusak itu berukuran 100×80 sentimeter. Saat ini, bagian jendela yang rusak itu ditutup menggunakan papan. Sementara kaca yang pecah setebal sekitar 5 milimeter disimpan oleh pihak DKM sebagai barang bukti.

Sementara itu, Kepala Polsek Indihiang Kompol Iwan membenarkan adanya dugaan aksi perusakan masjid di wilayahnya. Saat ini, polisi masih mendalami kasus tersebut. "Kami masih mendalami kasusnya," kata dia.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement