Sabtu 21 Oct 2023 16:19 WIB

Aher Ikut Aksi Damai Bela Palestina dengan Ribuan Massa di Jabar

Satu-satunya bangsa di dunia yang belum merdeka adalah bangsa Palestina. 

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Agus Yulianto
Salah seorang demonstran yang tergabung dalam Voice of Palestine Jawa Barat memasang bendera Indonesia dan Palestina di wajah.
Foto: Novrian Arbi/Antara
Salah seorang demonstran yang tergabung dalam Voice of Palestine Jawa Barat memasang bendera Indonesia dan Palestina di wajah.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Ribuan umat Islam Jawa Barat (Jabar) yang turut serta dalam aksi Bela Palestina melakukan long march dari Gedung Sate ke Gedung Merdeka, Jalan Asia Afrika, Kota Bandung Sabtu (21/10/2023). Ribuan massa aksi tersebut, terus-menerus menyuarakan 'Palestina Merdeka, Yahudi Hancurkan!. 

Saat longmarch, massa aksi pun membentangkan Bendera Palestina berukuran 8x20 meter di Jalan Asia Afrika. Di antara ribuan massa aksi Bela Palestina, terlihat mantan Gubernur Jabar periode 2008-2013 dan 2013-2018, Ahmad Heryawan yang turut serta dalam aksi tersebut. Selain itu terlihat juga, Anggota DPR RI Ledia Hanifa Amaliah.

"Saya terpanggil untuk ikut serta turun ke jalan karena kemanusiaan. Jadi untuk berpihak pada bangsa Palestina tidak butuh menjadi seorang mu'min, tapi cukup menjadi seorang manusia," ujar Ahmad Heryawan yang akrab disapa Aher.

Aher mengatakan, semua orang harus berpihak pada Palestina, karena tentu setiap negara memiliki hak kemerdekaan. Namun, satu-satunya sekarang bangsa di dunia yang belum merdeka adalah bangsa Palestina. 

"Bayangkan di tengah-tengah negara sedang membangun peradaban baru, dunia sedang membangun peradaban baru dengan kemajuan teknologi yang canggih saat ini, masih ada bangsa yang belum merdeka yaitu bangsa Palestina," katanya.

Tentu pada saat yang sama, kata dia, Bandung punya sejarah, karena di sini tempat penyelenggaraan konferensi Asia Afrika 1955. Saat itu, Palestina menjadi salah satu penyokong acara kompresi itu. 

"Dan kemudian ternyata di antara bangsa-bangsa Asia Afrika yang ikut serta langsung mempertahankan konferensi Asia Afrika 1955 di Kota Bandung ini, di Gedung Merdeka ini, yang belum merdeka adalah bangsa Palestina," katanya.

Aher mengatakan, aksi Bela Palestina ini menjadi upaya untuk menyadarkan warga dunia bahwa sampai saat ini ada bangsa yang masih belum merdeka yaitu bangsa Palestina.

Sehingga, dari Kota Bandung dan bisa jadi akan diikuti oleh daerah di Indonesia, massa aksi ingin dunia melihat langsung perjuangan bangsa Palestina.

"Palestina ini urusan kemanusiaan, terlebih bagi seorang masih urusan akidah kita.  Karena di situ ada Masjidil Aqsa, tempat suci ketiga bagi kaum Muslim. Kota suci diinjak-injak oleh bangsa yang kotor, yaitu bangsa Israel, Yahudi. Mengaoa saya sebut kotor karena kotor perilakunya, keji perilakunya," papar Aher.

Saat ini bangsa-bangsa di dunia mulai sadar bahwa konflik yang terjadi di Palestina tidak hanya urusan umat muslim tetapi kemanusiaan.

"Di Eropa dan Amerika, semuanya sepakat, Stand With Palestine, berdiri dengan Palestina untuk mendukung Palestina," katanya. 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement