Rabu 15 Nov 2023 20:27 WIB

KPA Giatkan Pencegahan HIV/AIDS di Jabar

Jabar masuk empat provinsi tertinggi HIV/AIDS di Tanah Air

Rep: Gunadi PM/ Red: Sandy Ferdiana
Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Jawa Barat mengadakan rapat koordinasi dan sosialisasi terkait program pencegahan dan penanggulangan HIV-AIDS di SMK Negeri 2 Kota Bandung, Rabu (15/11/2023).
Foto: Istimewa
Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Jawa Barat mengadakan rapat koordinasi dan sosialisasi terkait program pencegahan dan penanggulangan HIV-AIDS di SMK Negeri 2 Kota Bandung, Rabu (15/11/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Jawa Barat mengadakan rapat koordinasi dan sosialisasi terkait program pencegahan dan penanggulangan HIV-AIDS di SMK Negeri 2 Kota Bandung, Rabu (15/11/2023). Program ini dalam rangka memberikan pemahamanm dan edukasi kepada masyarakat akan bahayanya HIV-AIDS.

Hadir sebagai nara sumber Pengelola Program HIV-AIDS Dinkes Jawa Barat Asep Ruhyani, perwakilan dari Rumah Media Interaksi Tri Irwanda, dan Lurah Situsaeur, Kecamatan Bojongloa Kidul Kota Bandung, Deni Setiabudi. Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung dr Hj Yuli Irnawati Mosjasari MM, dan perwakilan dari PKK Kota Bandung serta sejumlah pimpinan media turut hadir sebagai peserta.

Pengelola Program HIV/AIDS Dinkes Jabar Asep Ruhyani mengatakan, kegiatan sosialisasi terkait pencegahan HIV/AIDS menjadi penting digalakan di Provinsi Jabar. Mengingat, tutur dia, saat ini Provinsi Jabar masuk dalam empat provinsi kasus HIV/AIDS tertinggi di Indonesia.

''Diperlukan kerjasama lintas sector untuk mencegah penyebaran HIV/AIDS,'' ujarnya. Seperti diketahui, saat ini pemerintah tengah mencanangkan Program Three Zero di 2030. Yakni, zero infeksi baru, zero kematian terkait aids, serta serta zero stigma dan diskriminasi.

Diakui Asep, sosialisasi pencegahan HIV/AIDS sangat membutuhkan peran media. Dengan mengajak insan media, pihaknya berharap sosialisasi pencegahan HIV/AIDS bisa tersebarluaskan lebih masif.

Sementara Tri Irwanda dari  Rumah Media Interaksi menambahkan, media wajib turut mengedukasi masyarakat tentang pencegahan HIV/AIDS. Kata dia, edukasi yang diperlukan  adalah menyebarkan informasi selengkap mungkin dan akurat tentang HIV/AIDS, mulai dari pernularan, pengobatan sampai pencegahannya. ''Tidak sedikit warga yang belum paham tentang penularan HIV/AIDS,'' tuturnya. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement