Rabu 22 Nov 2023 12:05 WIB

Rumah dan Mushola Terdampak Longsor di Sukabumi

Warga tersebut diminta waspada khawatir terjadi bencana susulan.

Rep: Riga Nurul Iman / Red: Agus Yulianto
Satu lokal bangunan madrasah diniyah (MD) di Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi rusak diterjang bencana longsor, Ahad (12/11/2023) dini hari. (Ilustrasi)
Foto: dok BPBD Kabupaten Sukabumi
Satu lokal bangunan madrasah diniyah (MD) di Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi rusak diterjang bencana longsor, Ahad (12/11/2023) dini hari. (Ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI -- Bencana longsor menerjang dua titik berbeda di Kabupaten Sukabumi, Selasa (21/11/2023) malam. Dampaknya sebanyak dua unit rumah terdampak dan sarana umum seperti mushola serta jalan lingkungan terancam.

Data dari Pusdalops PB Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi menyebutkan, bencana tersebut terjadi di Kecamatan Kabandungan dan Parakansalak. ''Ada dua kampung di Desa Kabandungan, Kecamatan Kabandungan terdampak longsor,'' ujar Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Kabandungan, Yusuf K, Rabu (22/11/2023).

Titik pertama di Kampung Pajagan RT 24 RW 10, Desa Kabandungan, yakni longsor sekitar tinggi 3 meter dan lebar 4 meter berdampak pada satu unit rumah terancam yang dihuni satu kepala keluarga (KK) yang terdiri atas empat jiwa. Selain itu, jalan lingkungan terancam putus sehingga dibutuhkan karung sebanyak 300 unit.

Titik kedua terjadi di Kampung Cimanggu RT 03 RW 02, yakni longsor sekitar lebar 20 meter dan tinggi 5 meter berdampak ke garasi mobil mes perusahaan swasta dan satu unit Mushola Asaadah terancam.

 

''Satu unit rumah warga lainnya terancam,'' ujar Yusuf. Sehingga warga harus meningkatkan kewaspadaannya.

Selain di Kecamatan Kabandungan, pada waktu yang bersamaan hujan deras juga menyebabkan longsor di Kampung Ciburial RT 02 RW 07, Desa Sukatani, Kecamatan Parakansalak, Kabupaten Sukabumi. Di lokasi itu longsor mencapai panjang 7 meter, lebar 1 meter, dan tinggi 3 meter.

''Satu unit rumah terancam atas nama Ujang Mulyana dengan penghuni rumah tiga jiwa,'' kata P2BK Parakansalak, Jujun Juaeni. Warga tersebut diminta waspada khawatir terjadi bencana susulan.

P2BK Parakansalak kata Jujun ketika mendapat informasi dari Kades Desa Sukatani lalu melakukan asessment dan kordinasi dengan pihak unsur kecamatan dan elemen warga lainnya. Untuk penanganan bencana ini membutuhkan terpal atau karung dalam menahan longsor.

 

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement