Rabu 06 Dec 2023 05:36 WIB

Polisi Bantah Intimidasi Butet Kertaredjasa Saat Mentas di TIM

Butet dan Agus menggelar pentas teater berjudul 'Musuh Bebuyutan' di TIM.

Rep: Ali Mansur/ Red: Agus Yulianto
Seniman Butet Kertaradjasa mejawab pertanyaan awak media.
Foto: Antara/Didik Suhartono
Seniman Butet Kertaradjasa mejawab pertanyaan awak media.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Polda Metro Jaya membantah telah melakukan intimidasi terhadap seniman Butet Kartaredjasa dan penulis naskah teater Agus Noor saat gelaran teater di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, Jumat (1/12/2023) lalu. Diklaimnya, kehadiran personel kepolisian saat pentas teater berjudul Musuh Bebuyutan digelar adalah dalam rangka proses pengamanan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko menyebut, pengamanan itu dilakukan berdasarkan dari izin keramaian yang diajukan PT Kayan selaku penyelenggara. Karena itu, pihaknya mengharapkan masyarakat melihat suatu peristiwa dengan utuh. Sehingga, penjelasan ini bisa dapat diterima oleh masyarakat dan tidak ada lagi informasi yang tidak sesuai.

Baca Juga

“Sekaligus kita memberikan literasi kepada masyarakat terkait dengan kegiatan-kegiatan masyarakat lainnya,” kata Trunoyudo kepada awak media di Jakarta, Selasa (5/12/2023).

Lebih lanjut, Trunoyudo menjelaskan, PT Kayan pada 8 November 2023 sudah mengajukan surat permohonan izin proposal keramaian untuk acara yang digelar di TIM pada tanggal 1 dan 2 Desember 2023 tersebut. Sebelumnya, pada 13 November 2023 sudah terbit surat izin kegiatan tadi yang diterbitkan Polda Metro Jaya dengan tembusan Polres Metro Jakarta Pusat.  Kemudian pihak kepolisian melakukan pengamanan supaya acara teater berjalan dengan aman dan lancar.  

 

“Tadi terkait dengan aturan yang berlaku terhadap setiap kegiatan umum masyarakat, ada aturannya. Kemudian pasca terbit surat izin, tentunya ada kewajiban polri untuk melakukan pengamanan,” jelas Trunoyudo

Hal senada juga disampaikan oleh Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Susatyo Purnomo Condro. Menurutnya, dasar pengamanan dilakukan sebagaimana fungsi polisi untuk memastikan segala kegiatan, termasuk kegiatan seni dan budaya dapat berjalan dengan aman. Apalagi dalam acara teater itu dihadiri calon wakil presiden nomor urut 3, Mahfud MD.

“Maka pengamanan VVIP diterapkan. Kami dijajaran kewilayahan, pada ring 2 dan 3 harus memastikan juga bahwa sejak kedatangan. Sehingga kami fokus pada pengamanan kegiatan termasuk tamu-tamu yang datang,” ucap Susatyo. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement