Selasa 19 Dec 2023 11:41 WIB

Jelang Nataru, Sejumlah Harga Pangan di Pasar Kosambi Bandung Naik

Hingga kini, harga relatif stabil dan ketersediaan pangan masih terpenuhi.

Rep: M Fauzi Ridwan/ Red: Agus Yulianto
Pedagang menata telur ayam di kiosnya di Pasar Kosambi, Bandung, Jawa Barat, Selasa (19/12/2023). Harga sejumlah bahan pokok menjelang Natal dan Tahun Baru 2024 (Nataru) di pasar tersebut masih stabil dan stok bahan pangan mencukupi hingga akhir tahun. Saat ini harga daging ayam mencapai Rp38 ribu per kilogram, Cabai Rp100 ribu per kilogram, Beras Rp12 ribu hingga Rp15 ribu per kilogram dan telur ayam Rp28 ribu per kilogram.
Foto: REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA
Pedagang menata telur ayam di kiosnya di Pasar Kosambi, Bandung, Jawa Barat, Selasa (19/12/2023). Harga sejumlah bahan pokok menjelang Natal dan Tahun Baru 2024 (Nataru) di pasar tersebut masih stabil dan stok bahan pangan mencukupi hingga akhir tahun. Saat ini harga daging ayam mencapai Rp38 ribu per kilogram, Cabai Rp100 ribu per kilogram, Beras Rp12 ribu hingga Rp15 ribu per kilogram dan telur ayam Rp28 ribu per kilogram.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Sejumlah harga komoditas pangan di Pasar Kosambi, Kota Bandung  Selasa (19/12/2023) naik. Harga komoditas pangan yang masih naik yaitu cabai berbagai jenis, telur, dan daging ayam.

Eli, salah seorang pedagang sayuran mengatakan harga cabai berbagai jenis seperti cabai merah, cabai keriting dan cabai domba masih tinggi meski turun dalam beberapa hari terakhir. Harga normal cabai berbagai jenis di angka Rp 60 ribu per kilogram.

"Cabai merah asalnya Rp 120 ribu per kilogram sekarang Rp 110 ribu per kilogram, cabai merah keriting Rp 120 ribu per kilogram jadi Rp 100 ribu per kilogram dan cabai domba asalnya Rp 120 ribu menjadi Rp 100 ribu, masih tinggi," ucap dia ditemui di Pasar Kosambi, Selasa (19/12/2023).

Dia mengatakan, harga cabai relatif masih mahal karena faktor cuaca. Kondisi tersebut menyebabkan harga sayuran masih tinggi.

 

Umi pedagang daging sapi mengatakan, harga daging sapi relatif stabil di harga Rp 140-150 ribu per kilogram. Dia menyebut, kenaikan harga daging sapi biasa terjadi pada bulan puasa Ramadhan.

"Daging harga stabil, biasa harga daging naik setahun sekali. Kalau udah naik gak turun lagi," kata dia.

Zaldi salah seorang pedagang daging ayam mengaku harga daging ayam saat ini di harga Rp 37 ribu per kilogram. Ia mengatakan harga relatif naik dibandingkan biasanya Rp 35 ribu per kilogram.

"Harga daging ayam biasanya Rp 35 ribu per kilogram, sekarang Rp 37 ribu per kilogram. Biasanya sampai Rp 38 ribu hingga Rp 40 ribu," kata dia.

Dia menyebut, konsumen sering mengeluhkan harga yang selalu mengalami kenaikan. Sedangkan Eeng pedagang telur mengaku kenaikan harga telur sebesar Rp 2.000 dari Rp 26 ribu menjadi Rp 28 ribu per kilogram.

"Sebulan stabil di harga Rp 27 ribu hingga Rp 28 ribu, tapi daya beli kurang," ungkap dia.

Perwakilan Satgas Pangan Mabes Polri Kombes Pol Eko Sulistio Basuki mengatakan, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Kosambi bersama Dirkrimsus Polda Jawa Barat, Disperindag dan DKPP Kota Bandung di Pasar Kosambi, Selasa (19/12/2023). Hasil sidak, ia mengatakan, harga relatif stabil dan ketersediaan pangan masih terpenuhi.

"Alhamdulillah di pasar Kosambi ini stok ketersediaan bahan pangan terpenuhi dan harga relatif stabil," kata dia.

Direktur Ditreskrimsus Polda Jabar Kombes Pol Deni Okvianto mengatakan pihaknya melakukan pengecekan kandungan dari komoditas yang dijual. Hasilnya, tidak terdapat pestisida dan formalin.

"Keamanan pangannya ini bahwa tidak terkandung adanya pestisida di buah-buahan dan sayuran, tidak ada formalin pada komoditas hewan potong," ungkap dia.

Kepala Disperindag Kota Banduny Elly Wasliah mengatakan harga telur mengalami kenaikan menjadi Rp 28 ribu per kilogram. Namun, harga tersebut relatif normal karena jelang libur natal dan tahun baru 2024.

"Telur harganya sekarang Rp 28 per kilogram ada kenaikan sedikit. Namun, dalam kondisi normal karena ini jelang natal dan tahun baru konsumen ini memenuhi produsen kue industri di Bandung banyak ya jadi membutuhkan telur," kata dia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement