Selasa 23 Jan 2024 19:12 WIB

40 Persen Tambak Garam di Cirebon Hilang Akibat Abrasi

Lahan tambak garam di Kabupaten Cirebon terus mengalami pengurangan

Rep: Lilis Sri Handayani/ Red: Arie Lukihardianti
Petani memanen garam
Foto: Antara/Hasrul Said
Petani memanen garam

REPUBLIKA.CO.ID, CIREBON--- Lahan tambak garam di Kabupaten Cirebon terus mengalami penyusutan. Hal itu terjadi akibat abrasi yang menyapu pesisir daerah di Pantura Jawa Barat (Jabar) tersebut. Ketua Asosiasi Petani Garam Indonesia Kabupaten Cirebon, Insyaf Supriadi mengatakan, semula luas lahan tambak garam di Kabupaten Cirebon mencapai sekitar 56 ribu hektare. Namun, dari jumlah itu, lahan tambak garam yang efektif berproduksi hanya di kisaran 36 ribu hektare.

‘’Terbentang mulai dari Losari (perbatasan Cirebon – Brebes) sampai Bungko (perbatasan Cirebon – Indramayu),’’ ujar Insyaf kepada Republika, Selasa (23/1/2024).

Baca Juga

Namun, kata Insyaf, lahan tambak garam di Kabupaten Cirebon terus mengalami pengurangan. Pasalnya, lahan tersebut tergerus abrasi. Insyaf menyebutkan, luas lahan tambak garam di Kabupaten Cirebon yang semula 36 ribu hektare, kini hanya tinggal sekitar 14 ribu hektare. ‘’Berkurang 40 persen,’’ kata Insyaf.

Pengurangan luas lahan tambak garam itu, otomatis berdampak pada menurunnya produksi garam di Kabupaten Cirebon. Meski kondisi cuaca mendukung seperti tahun 2023 lalu, namun produksi garam di Kabupaten Cirebon tidak bisa maksimal.

‘’Cuaca sih bagus karena terik. Tapi kendalanya, lahannya tidak ada karena terkena abrasi,’’ kata Insyaf.

Insyaf mengatakan, produksi garam di Kabupaten Cirebon pada 2023 lalu mencapai sekitar 50 ribu ton. Dari jumlah tersebut, sisa stok garam hanya sekitar 13 ribu – 14 ribu ton. ‘’Petani langsung menjual garamnya saat panen untuk kebutuhan sehari-hari. Hanya sedikit yang masih menyimpan garamnya,’’ kata Insyaf. 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement