Rabu 21 Feb 2024 09:27 WIB

Diduga Kelelahan, Petugas KPPS di Indramayu Meninggal Dunia

Korban diduga mengalami kelelahan saat bertugas tapi tak dirasakan

Rep: Lilis Sri Handayani/ Red: Arie Lukihardianti
Anggota KPPS (ilustrasi)
Foto: Republika/Thoudy Badai
Anggota KPPS (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, INDRAMAYU – Kabar duka kembali menimpa petugas Pemilu 2024. Kali ini, seorang petugas KPPS di Kabupaten Indramayu meninggal dunia yang sebelumnya sempat sakit seusai bertugas pada hari pencoblosan.

Korban yang bernama Muhammad Sodikin (34 tahun) meninggal dunia di RS Mitra Plumbon Indramayu, Selasa (20/2/2024) sekitar pukul 20.00 WIB. Korban sebelumnya bertugas di TPS 8 Desa Lobener, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu.

Baca Juga

Ketua TPS 8 Desa Lobener, Lili Suryanti mengatakan, korban dan petugas KPPS lainnya bertugas pada hari pencoblosan, Rabu (14/2/2024). Saat itu, mereka mulai beraktivitas pada pukul 05.30 WIB. Setelah pencoblosan selesai, para petugas KPPS melanjutkan tugasnya dengan melakukan penghitungan suara.

‘’Penghitungan suara selesai (Kamis, 15/2/2024) pukul 03.00 WIB. Jadi kita tidak tidur,’’ ujar Lili, saat ditemui Republika di rumah duka, Rabu (21/2/2024).

 

Lili mengatakan, korban diduga mengalami kelelahan. Namun, saat bertugas, rasa lelah itu tak dirasakan oleh almarhum. ‘’Saat itu capek gak dirasa. Baru setelah penghitungan selesa, almarhum merasa lemes, capek, karena gak tidur kan,’’ kata Lili.

Selang dua hari kemudian, kata Lili, almarhum muntah-muntah. Almarhum kemudian dirawat di RSUD Indramayu dan sempat pulang ke rumah pada Selasa (20/2/2024) sore.

Namun sesampainya di rumah, almarhum mengeluhkan sesak nafas dan dilarikan ke RS Mitra Plumbon Indramayu. Almarhum kemudian menghembuskan nafas terakhirnya pada malam harinya. Lili menambahkan, sebelum bertugas, semua petugas KPPS dalam kondisi sehat. Mereka pun mendapatkan makanan, minuman dan vitamin yang cukup

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement