Senin 04 Mar 2024 19:45 WIB

Puluhan Ribu Petani di Jabar Serbu Diskon Pupuk Nonsubsidi

Diskon pupuk dilakukan untuk membantu petani memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman.

Rep: Lilis Sri Handayani/ Red: Arie Lukihardianti
Para petani di Kabupaten Indramayu menyerbu Gebyar Diskon Pupuk yang diadakan oleh Pupuk Indonesia, di Gudang Pupuk Jatibarang, Kabupaten Indramayu, Rabu (7/2/2024).
Foto: Republika/Lilis Sri Handayani
Para petani di Kabupaten Indramayu menyerbu Gebyar Diskon Pupuk yang diadakan oleh Pupuk Indonesia, di Gudang Pupuk Jatibarang, Kabupaten Indramayu, Rabu (7/2/2024).

REPUBLIKA.CO.ID, INDRAMAYU -- Pupuk Kujang, selaku anak usaha Pupuk Indonesia, terus berupaya membantu petani meningkatkan produksi padi untuk meningkatkan stok beras nasional. Sesuai peran dan penugasan pemerintah, upaya Pupuk Kujang fokus memproduksi pupuk untuk petani.

Selain menjaga stok dan kualitas pupuk, di musim tanam utama awal tahun 2024 ini, Pupuk Kujang telah menggelar gebyar diskon pupuk nonsubsidi. Hal itu dilakukan untuk membantu petani memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman mereka.

Baca Juga

‘’Program gebyar diskon pupuk nonsubsidi bisa membantu petani meringankan modal tanam saat musim rendeng. Sebab, petani bisa membeli pupuk nonsubsidi lebih murah,’’ ujar VP Komunikasi Perusahaan Pupuk Kujang, Muhammad Arief Rahman, dalam siaran pers yang diterima Republika, Senin (4/3/2024).

Dalam program tersebut, petani bisa memperoleh pupuk nonsubsidi lebih murah dari harga pasaran. Pasalnya, penjualan pupuk nonsubsidi didiskon hingga 40 persen. Program itupun disambut antusias petani di berbagai daerah. Di Jawa Barat (Jabar), puluhan ribu petani menyerbu gebyar diskon pupuk nonsubsidi itu.

Seperti misalnya di daerah sentra produksi padi terbesar nasional di Kabupaten Indramayu, tercatat ada 4.610 petani yang menebus pupuk nonsubsidi dalam gebyar diskon tersebut. Bahkan di Kabupaten Subang, jumlah petani yang menyerbu acara gebyar diskon itu mencapai 4.913 orang. ‘’Di setiap lokasi gebyar diskon, Pupuk Indonesia menyiapkan 5 ribu kupon untuk mendapat sepaket Urea dan NPK nonsubsidi,’’ kata Arief.

Arief mengatakan, di Pulau Jawa, gebyar diskon pupuk nonsubsidi digelar di 41 wilayah. Di Jabar, tercatat sebanyak 43.190 orang petani mengikuti program tersebut. Di Jawa Tengah, terdata 60.707 orang petani. Sedangkan di Jawa Timur, sebanyak 23.955 lembar kupon telah terjual.

Angka itu menunjukkan di Pulau Jawa terdapat 127.852 orang petani yang mengikuti gebyar diskon pupuk nonsubsidi itu. Dalam program tersebut, satu orang petani mendapat selembar kupon dan berhak menebus satu paket pupuk terdiri dari Urea dan NPK non subsidi. Dengan berat total 50 kilogram, petani bisa menebusnya dengan harga diskon 40 persen. 

Selain menggelar diskon pupuk, Pupuk Kujang juga menjalankan Program Makmur untuk meningkatkan produksi beras. ‘’Program Makmur dilakukan supaya petani bisa meningkatkan hasil panen melalui sistem budi daya yang berimbang. Ekosistem bisnis di program itu juga dirancang supaya petani bisa mendapat keuntungan optimal saat panen,’’ kata Arief. 

Pada 2024 ini, Program Makmur diproyeksikan lebih luas dan menjangkau lebih banyak petani.  Di tahun 2024 ini, Pupuk Kujang ditargetkan mengakuisisi lahan seluas 42 ribu hektare. Jumlah itu lebih tinggi dari tahun 2023 yang mengakuisisi lahan sawah seluas 34.014 hektare.

Selain diskon pupuk non subsidi dan Program Makmur, Pupuk Kujang juga terus memproduksi pupuk subsidi sesuai penugasan pemerintah. Berdasarkan data yang dihimpun hingga 29 Februari 2024, stok pupuk bersubsidi di Pupuk Kujang mencapai 110.875 ton.

Stok itu terdiri dari Urea sebanyak 93.233,4 ton di Jawa Barat-Banten dan NPK sebanyak 17.642,5 ton di Jawa Barat. ‘’Stok pupuk tersebut sesuai dengan ketentuan minimum yang diatur pemerintah sekaligus menjaga ketersediaan untuk musim tanam penghujan ini,’’ kata Arief. 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement