Kamis 07 Mar 2024 21:33 WIB

Pemkab Cianjur Gencarkan Sejumlah Program Tekan Angka Kemiskinan

Sebanyak 2,6 juta jiwa di Cianjur masih hidup di bawah garis kemiskinan.

Pemerintah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, menggencarkan berbagai program guna menekan angka kemiskinan yang masih tinggi (ilustrasi).
Foto: Republika/Putra M. Akbar
Pemerintah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, menggencarkan berbagai program guna menekan angka kemiskinan yang masih tinggi (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, CIANJUR -- Pemerintah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, menggencarkan berbagai program guna menekan angka kemiskinan yang masih tinggi, salah satunya dengan program ketahanan pangan mencakup seluruh desa, di mana pemerintah desa membeli hasil pertanian warga. Bupati Cianjur Herman Suherman di Cianjur, Kamis (7/3/2024), mengatakan, tingginya angka kemiskinan karena jumlah jiwa di Cianjur sangat banyak yakni sekitar 2,6 juta jiwa, ditambah luasnya wilayah yang membuat pembangunan di berbagai bidang belum merata.

"Selain luas Cianjur memiliki penduduk yang cukup banyak, sehingga berbagai upaya dalam mengentaskan kemiskinan dilakukan secara bertahap termasuk di bidang pembangunan khususnya infrastruktur," katanya.

Baca Juga

Program mengurangi angka kemiskinan yang sedang dilaksanakan mulai dari program ketahanan pangan mencakup seluruh desa, di mana pemerintah desa melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) membeli hasil pertanian warga seperti padi dari 20 persen anggaran Dana Desa untuk ketahanan pangan. Harga yang ditawarkan kepada warga lebih tinggi atau sesuai dengan HET dari pemerintah yang akhirnya pemerintah dapat mengendalikan harga beras ketika terjadi minim stok atau harga merangkak naik pada waktu tertentu seperti menjelang puasa dan Lebaran.

"Saat terjadi peningkatan permintaan, pemerintah dapat dengan cepat menyalurkan beras bantuan untuk warga sehingga dapat menekan kenaikan harga pangan terutama beras," katanya.

Untuk menekan angka kemiskinan, pihaknya juga meningkatkan pelayanan kesehatan melalui program Cek Kesehatan Masyarakat (Cekas) gratis di seluruh puskesmas di Cianjur, termasuk meminta tenaga kesehatan untuk jemput bola ke perkampungan warga. Termasuk sektor pendidikan, pihaknya meminta warga yang memiliki anak usia sekolah yang tidak dapat melanjutkan pendidikan atau putus sekolah segera melapor ke dinas terkait, di mana nanti pemerintah daerah akan menyekolahkan kembali lengkap dengan beasiswa.

"Pemerintah daerah memberikan bantuan uang untuk membeli kebutuhan sekolah seperti buku, tas, dan lainnya, sehingga ketiga sektor tersebut dapat meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia di Cianjur, sebagai upaya menekan angka kemiskinan," katanya.

Sedangkan upaya lainnya, tambah Herman, dengan menginstruksikan seluruh dinas dan OPD untuk penanganan rumah tidak layak huni agar dibangun dan ditangani bersama alias keroyokan.

sumber : ANTARA
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement