Rabu 13 Mar 2024 08:33 WIB

BMKG: Waspada Gelombang Tinggi di Pesisir Jabar Potensinya Capai 4 Meter

BMKG meminta masyarakat yang tinggal di pesisir agar selalu waspada

Rep: Muhammad Fauzi Ridwan/ Red: Arie Lukihardianti
Ilustrasi gelombang tinggi
Foto: ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi
Ilustrasi gelombang tinggi

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG----Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat di pesisir Jawa Barat untuk mewaspadai gelombang tinggi sejak tanggal Selasa (12/3/2024) hingga Rabu (13/2/2024). Potensi gelombang tinggi mencapai 4 meter.

Menurut Kepala BMKG Bandung Teguh Rahayu, kondisi angin di wilayah Indonesia bagian utara bergerak dari arah utara ke timur dengan kecepatan angin berkisar 4 hingg 25 knot. Sedangkan di wilayah Indonesia bagian selatan bergerak dari barat ke barat laut dengan kecepatan 6-35 knot.

Baca Juga

Teguh mengatakan, kecepatan angin terpantau terjadi di perairan barat Lampung, Selat Sunda, Perairan Selatan Banten dan Jawa Barat. Selain itu, Samudera Hindia Selatan Jawa, perairan barat Sulawesi Selatan, Samudera Hindia NTT, perairan utara Flores dan Laut Arafuru.

"Tinggi gelombang 2,5 sampai 4 meter berpotensi terjadi di perairan selatan Sukabumi, Cianjur, Garut, Tasikmalaya dan Pangandaran. Samudera Hindia Selatan Sukabumi, Cianjur, Garut, Tasikmalaya, Pangandaran," ujar Teguh, Rabu (13/3/2024).

Dengan kondisi tersebut, ia mengimbau perahu nelayan, perahu tongkang, kapal ferry dan kapal berukuran besar untuk waspada gelombang tinggi. "Dimohon kepada masyarakat yang tinggal di pesisir agar selalu waspada," katanya.

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Bandung mengimbau masyarakat mewaspadai angin kencang di wilayah Bandung Raya termasuk hujan ringan hingga lebat. Mereka pun meminta masyarakat mencari tempat aman apabila tengah berada di luar ruangan dan terjadi hujan ekstrem.

"Wilayah Bandung Raya didominasi angin baratan diantara siang, sore dan malam hari, dalam dua hari ke depan kecepatan angin cukup kencang antara 5-21 km per jam karena adanya pengaruh global dan regional," ucap Kepala BMKG Bandung, Teguh Rahayu, Selasa (12/3/2024).

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement