Selasa 02 Apr 2024 23:04 WIB

Pemudik Lebaran 2024 di Jabar Dominasi Pemotor Jumlahnya Diprediksi Capai 5,5 Juta

Agus mengimbau agar pemudik yang menggunakan motor tak membawa barang bawaan berlebih

  Pemudik sepeda motor mengantri BBM di SPBU Tulungangung, Indramayu, Jabar (Ilustrasi)
Foto: Republika/Yasin Habibi
Pemudik sepeda motor mengantri BBM di SPBU Tulungangung, Indramayu, Jabar (Ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG---Memasuki masa mudik lebaran 2024, Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Barat (Jabar) terus melakukan pemantauan. Kepala Bidang Angkutan Jalan Dishub Jabar, Agus Didik, kendaraan roda dua masih diminati sebagai moda transportasi mudik lebaran. Berdasarkan data, sebanyak 37 juta warga yang akan melakukan perjalanan mudik. 

"Tujuan warga yang melakukan perjalanan mudik itu terdiri dari 47 persen di Jabar, 27 persen Jawa Tengah dan 10 persen," ujar Agus, kepada wartawan, Selasa (2/4/2024).

Baca Juga

Menurut Agus, sebagian besar warga menggunakan kendaraan roda dua atau sepeda motor untuk melakukan perjalanan mudik. Jumlahnya diprediksi mencapai 5,5 juta kendaraan. Berdasarkan survei nasional, pilihan moda masyarakat dalam mudik 2024 tertinggi ialah kereta api dengan 39,32 juta, disusul bus 37,51 juta, mobil pribadi 35,42 juta.

"Namun untuk Jabar, potensi pilihan modanya justru sepeda motor. Itu 5,5 juta atau 24,02 persen. Sedangkan, mobil pribadi 4,5 juta atau 19,8 persen, kereta api 4,2 juta atau 18,63 persen, bus 3,8 juta atau 16,66 persen dan mobil sewa 2,1 juta atau 9,13 persen," katanya.

Meski pemudik yang menggunakan sepeda motor masih yang tertinggi, kata Didik, jumlah masyarakat yang memiliki angkutan umum sebagai moda transportasi untuk mudik meningkat dibanding tahun-tahun sebelumnya.

"Itu berdasarkan hasil survei kita, tapi dibandingkan survei kemarin itu penggunaan angkutan umum meningkat, secara nasional kan bus nomor dua, artinya penggunaan angkutan umum mulai jadi pilihan," kata Agus.

Oleh karena itu, Agus mengimbau agar pemudik yang menggunakan motor untuk berhati-hati selama perjalanan. Yakni, dengan tidak membawa barang bawaan berlebih serta istirahat jika merasa kelelahan.

"Karena itu, kemarin kita menyampaikan untuk membantu mengimbau seluruh masyarakat agar tidak menggunakan kendaraan roda dua tapi memakai angkutan umum. Kalaupun memakai motor, kita koordinasi dengan BMKG masih ada potensi rawan bencana hidrologis, jadi BMKG menyarankan berangkat pagi. Tolong dihimbau karena keselamatan itu tanggung jawab kita bersama," papar Agus.

Agus mengatakan, beberapa alasan jadi faktor yang membuat pemudik di Jawa Barat banyak menggunakan motor. Salah satu faktornya jarak tempuh saat mudik yang tidak terlalu jauh. "Pemudik motor paling banyak, itu kan hasil survei ya karena mungkin itu jaraknya dekat misal ke Garut, Tasik dan sebagainya," katanya.

Agus pun, menghimbau agar lebih menggunakan angkutan (umum), bus, kereta dan lain-lain. "Kalau tidak tersedia angkutan umum, bisa juga sama-sama menggunakan angkutan sewa," katanya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan Jabar A Koswara mengatakan, Jabar menjadi wilayah tujuan pemudik terbanyak ke 3 setelah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Yaitu, sebanyak 32,1 juta orang yang akan datang ke Jabar dari total 193,6 juta pergerakan orang di masa mudik lebaran 2024 secara nasional.

"Jabar juga akan menerima banyak pemudik dari seluruh Indonesia yang tentunya akan ada penambahan jumlah kendaraan yang berlalu lintas di Jabar. Terlebih mudik dengan menggunakan kendaran pribadi masih menjadi pilihan terbaik menurut masyarakat," katanya

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement