Selasa 16 Apr 2024 09:20 WIB

Golkar Keluarkan Surat Penugasan untuk Ridwan Kamil, Zaki, dan Erwin Maju Pilgub Jakarta

Jawa Timur, sudah memutuskan untuk mengusung Khofifah Indar Parawansa

Rep: Nawir Arsyad Akbar/ Red: Arie Lukihardianti
Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto
Foto: Republika/Febryan A
Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA---Partai Golkar telah mengeluarkan surat penugasan kepada tiga kadernya untuk menghadapi pemilihan kepala daerah (Pilkada) Jakarta. Nama ketiga kader tersebut adalah Ridwan Kamil, Ahmed Zaki Iskandar, dan Erwin Aksa.

"Golkar kan selalu kita siapkan, apakah itu Ridwan Kamil, apakah Pak Zaki, atau Pak Erwin Aksa. Tentu siapapun yang diusung partai lain, Partai Golkar siap," ujar Airlangga di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Senin (15/4/2024) malam.

Baca Juga

Adapun Jawa Tengah, kata dia, Partai Golkar masih mempertimbangkan sejumlah nama. Sedangkan untuk Jawa Timur, mereka sudah memutuskan untuk mengusung Khofifah Indar Parawansa. "Jawa Tengah belum. Jawa Timur, Khofifah," kata Airlangga.

Sebelumnya, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto mengatakan, kerawanan Pilkada 2024 lebih tinggi dibandingkan pemilihan presiden dan legislatif. Sebab, terdapat kemungkinan terjadi kerusuhan antarkelompok pendukung yang lebih besar selama kontestasi serentak tersebut.

TNI sendiri sudah memetakan 15 provinsi yang memiliki kerawanan tinggi pada Pilkada 2024. Seluruh provinsi di Pulau Jawa, kecuali Banten dan Daerah Istimewa Yogyakarta masuk dalam kerawanan yang dipetakan oleh institusinya.

"Ke-15 provinsi tersebut adalah provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, Maluku dan Maluku Utara, dan enam provinsi di Papua," ujar Agus dalam rapat kerja dengan Komisi I DPR, Kamis (21/3/2024).

Masing-masing provinsi tersebut memiliki jenis dan macam kerawanan yang berbeda-beda. Mulai dari konflik SARA, pendukung pasangan calon yang fanatik, dan elite politik di daerah-daerah tersebut. "Konflik di daerah basis parpol tertentu sampai dengan konflik bersenjata yang terjadi di Papua," kata Agus.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement