Rabu 24 Apr 2024 16:19 WIB

Cegah Penyakit Kanker, Dinkes Kuningan Targetkan 1.200 Perempuan Dideteksi Kanker

Hingga saat ini baru sekitar 668 perempuan dari18 kecamatan yang telah menjalani tes

Rep: Antara/ Red: Arie Lukihardianti
Pemeriksaan masal Kanker Serviks Serentak melalui Ivatest, di klinik Pratama Medika Antapani, Jl Purwakarta, Kota Bandung
Foto: Mahmud Muhyidin
Pemeriksaan masal Kanker Serviks Serentak melalui Ivatest, di klinik Pratama Medika Antapani, Jl Purwakarta, Kota Bandung

REPUBLIKA.CO.ID, KUNINGAN---- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kuningan, Jawa Barat (Jabar) gencar melakukan pencegahan sejak dini kanker. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menargetkan 1.200 perempuan di Kuningan, mengikuti program deteksi dini pada penyakit kanker leher rahim (serviks) dan payudara.

“Dengan jumlah peserta itu kami targetkan mereka bisa menjalani deteksi melalui pemeriksaan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) tes serta Sadanis,” ujar Kepala Dinkes Kabupaten Kuningan Susi Lusiyanti di Kuningan, Rabu (24/4/2024).

Baca Juga

Susi menjelaskan, pemeriksaan deteksi kanker se-Kabupaten Kuningan itu dilaksanakan selama 16-29 April 2024 untuk wanita usia subur dengan rentang umur 30-50 tahun. Menurutnya, sampai saat ini terdapat sekitar 668 perempuan dari18 kecamatan yang telah menjalani pemeriksaan memakai dua metode tes tersebut.

“Tujuan penyelenggaraan program deteksi ini  untuk mendeteksi sedini mungkin penyakit tidak menular, khususnya yang bisa menjangkit kaum perempuan,” katanya.

Susi menyampaikan pemeriksaan tersebut sangat penting karena kanker leher rahim dan payudara merupakan penyakit berbahaya yang dapat menyebabkan kematian bagi penderitanya. Oleh sebab itu Dinkes Kuningan berupaya agar kaum wanita di daerah itu bisa mengakses pelayanan yang tepat dan mudah, sehingga penyakit tersebut dapat disembuhkan.

“Kebanyakan penderita mengakses pelayanan kesehatan setelah dinyatakan masuk stadium lanjut. Kami ingin agar mereka mendapatkan penanganan yang tepat,” katanya.

Sementara Penjabat (Pj) Bupati Kuningan Iip Hidajat menyampaikan berdasarkan laporan Global Cancer Observatory tahun 2020, wanita yang terjangkit kanker serviks maupun payudara di Indonesia jumlahnya relatif tinggi.

Laporan tersebut, kata dia, mencantumkan terdapat 16,6 persen kasus baru dari total 396.914 kasus kanker payudara di Indonesia pada 2020. “Dalam data tersebut kanker serviks menempati posisi kedua, setelah kanker payudara,” katanya.

 

Iip mendorong program deteksi dini bisa dilakukan secara berkelanjutan agar penanganan bisa diberikan lebih cepat bagi wanita yang didiagnosa terjangkit kanker. “Perempuan di Kuningan harus selalu menjaga kesehatan. Jauhi asap rokok, rajin olahraga, diet seimbang, istirahat yang cukup, dan kelola stres dengan baik,” katanya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement