REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG BARAT -- Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bandung Barat (KBB) menyebutkan, petani di daerah tersebut setiap musim panen selalu menghasilkan beras berkualitas premium. Beras teras dihasilkan cukup untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat Bandung Barat.
"Kalau beras dari Bandung Barat itu kualitansya sudah premium," ujar Kepala DKPP Kabupaten Bandung Barat, Lukmanul Hakim saat dihubungi, akhir pekan ini.
Produksi beras itu, kata dia, didapat dari sekitar 18.350 hektare lahan sawah. Untuk tahun 2024, produksi beras di Bandung Barat bahkan surplus 1.400 ton. Berdasarkan data yang dimiliki DKPP KBB, produksi beras tahun 2024 mencapai 155 ribu ton lebih. Sedangkan konsumsi penduduk di Bandung Barat terhadap beras diperkirakan mencapai 154 ribu ton di tahun yang sama.
"Kalau berbicara produksi alhamdulillah KBB masih surplus, hitungan tahun kemarin itu kita surplus 1.400 ton berasnya," kata dia.
Lukmanul mengatakan, selain cukup untuk memenuhi kebutuhan pangan warga, produksi beras asal Bandung Barat juga dipasok ke luar daerah seperti Kota Bandung, Kota Cimahi dan Cianjur serta diserap langsung oleh Bulog. "Kalau dari lokal mencukupi, masalahnya meski beras surplus tapi kan belum tentu ada yang dijual ke (pasar) di KBB, ada juga kan yang diserap Bulog," katanya.
Meski hasil produksinya surplus, kata Lukmanul, Bandung Barat bukan lah lumbung utama penghasil beras di Jawa Barat. Tapi yang pasti, Bandung Barat bisa memenuhi kebutuhan berasnya sendiri tanpa harus mengandalkan pasokan dari daerah lain.
"Kalau melihat jumlah kalau lumbung mah tidak, tapi kita termasuk bisa swasembada beras atau padi, malah lebih bahkan bisa suplay daerah lain," kata Lukmanul.
Kemudian, kata dia, ia meyakini produksi beras tahun ini juga bakal surplus meski sejauh ini belum muncul angkanya. Selain karena faktor cuaca, intervensi yang dilakukan pemerintah pusat, Pemprov Jabar dan Pemkab Bandung Barat menurut Lukmanul akan menghasilkan panen padi yang memuaskan.
"Saya yakin ada peningatan seiring adanya intervensi bantuan dari pemerintah pusat, provinsi maupun dari Pemkab Bandung Barat untuk meningkatkan indeks pertanaman melalui bantuan pompanisasi irigasi perpipaan, termasuk benih dan pupuk," kata dia.