REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat, Farabi El Fouz menyebut peringatan Hari Ibu sebagai momentum penting untuk memperkuat peran perempuan dalam pembangunan.
Farabi yang juga dikenal sebagai praktisi kesehatan anak menuturkan, dalam praktik keseharian ia kerap menemukan sosok ibu hebat yang berperan besar dalam tumbuh kembang dan pendidikan anak.
Menurut Farabi, peran ibu tidak hanya terbatas pada ranah domestik rumah tangga, tetapi juga menjadi fondasi utama dalam membentuk generasi yang sehat, cerdas, dan berkarakter.
Dari pengalamannya mendampingi keluarga dan anak-anak, ia melihat betapa kuatnya kontribusi para ibu dalam menjaga kesehatan, pendidikan, serta nilai-nilai moral di lingkungan keluarga.
“Dalam praktik saya sebagai tenaga kesehatan anak, saya sering bertemu dengan ibu luar biasa. Mereka pendidik pertama dan utama bagi anak-anaknya. Ketelatenan, kesabaran, dan keteguhan mereka menjadi kunci lahirnya generasi yang berkualitas,” ujar Farabi kepada Republika, Senin (22/12/25)
Ia menegaskan ibu adalah sekolah pertama bagi anak sebelum ke sekolah resmi. Tentunya Hari Ibu seharusnya tidak dimaknai sekadar sebagai perayaan simbolik, melainkan refleksi bersama atas pentingnya peran perempuan dalam pembangunan manusia.
Menurutnya, pembangunan yang berkelanjutan tidak akan terwujud tanpa keterlibatan aktif perempuan, khususnya para ibu.
Farabi juga mendorong pemerintah daerah untuk terus menghadirkan kebijakan yang berpihak pada pemberdayaan perempuan, mulai dari sektor kesehatan, pendidikan, hingga perlindungan sosial.
Dukungan tersebut dinilai penting agar para ibu dapat menjalankan perannya secara optimal, baik di keluarga maupun di ruang publik.
“Perempuan, terutama para ibu, harus diberikan ruang, perlindungan dan akses memadai. Ketika ibu kuat dan berdaya, keluarga akan tangguh dan masyarakat maju, jangan lupa juga negara kita sudah pernah dipimpin seorang perempuan, artinya perempuan Indonesia sudah menunjukkan kemampuannya” katanya.
Ia berharap momentum Hari Ibu dapat memperkuat kesadaran semua pihak untuk terus menghargai, melindungi, dan memberdayakan perempuan sebagai mitra strategis dalam pembangunan Jawa Barat dan Indonesia.