Sabtu 24 Jan 2026 19:01 WIB

Cuaca Ekstrem Picu 11 Bencana dalam Sehari di Majalengka

Cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi hingga sepekan ke depan.

Rep: Lilis Sri Handayani/ Red: Ani Nursalikah
Ilustrasi pohon tumbang. Cuaca Ekstrem Picu 11 Bencana dalam Sehari di Majalengka
Foto: ANTARA FOTO/Arif Firmansyah
Ilustrasi pohon tumbang. Cuaca Ekstrem Picu 11 Bencana dalam Sehari di Majalengka

REPUBLIKA.CO.ID, MAJALENGKA -- Cuaca ekstrem mengakibatkan terjadinya sejumlah bencana alam di berbagai wilayah Kabupaten Majalengka. Masyarakat diimbau tetap waspada mengingat potensi cuaca ekstrem masih diperkirakan berlangsung hingga sepekan ke depan.

Berdasarkan data Pusdalops Penanggulangan Bencana (PB) BPBD Kabupaten Majalengka, dalam kurun satu hari pada Jumat (23/1/2026) tercatat terjadi 11 kejadian bencana. Peristiwa tersebut tersebar di 11 desa dan kelurahan pada tujuh kecamatan.

Baca Juga

Kejadian bencana berupa cuaca ekstrem terjadi di Desa Tegalsari, Desa Maja Selatan, dan Desa Kertabasuki Selatan di Kecamatan Maja; Desa Rawa, Kecamatan Cingambul; Desa Haurseah dan Desa Sadasari di Kecamatan Argapura; serta Desa Salagedang, Kecamatan Sukahaji.

Selain itu, bencana berupa tanah longsor terjadi di Desa Pangkalanpari, Kecamatan Jatitujuh; Desa Ciranca, Kecamatan Malausma; Desa Sukadana, Kecamatan Argapura; serta Desa Silihwangi, Kecamatan Bantarujeg.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Majalengka Agus Tamim menjelaskan bencana yang terjadi pada Jumat (23/1/2026) diawali hujan dengan intensitas sedang selama lebih dari lima jam. Hujan tersebut disertai angin kencang sehingga memicu terjadinya bencana di 11 desa tersebut.

“Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun terdapat enam kepala keluarga yang terdampak,” kata Agus, Sabtu (24/1/2026).

Ia menambahkan dampak cuaca ekstrem tersebut, antara lain pohon tumbang di sejumlah lokasi serta kerusakan pada lima rumah warga, baik rusak ringan maupun rusak sedang.

Sementara itu, bencana tanah longsor mengancam permukiman warga dan menyebabkan sejumlah ruas jalan tertutup material longsoran. Selain itu, satu rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan ringan.

Untuk menangani bencana di berbagai lokasi tersebut, BPBD Kabupaten Majalengka bekerja sama dengan TNI, Polri, Satpol PP dan Damkar, serta aparatur kecamatan dan desa setempat. BPBD juga berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimancis.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement